35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Suasana pelipatan surat suara di Kantor KPU Gunungkidul. Didalam pelipatan ini, petugas wajib menerapkan protokol kesehatan, Selasa (24/11/2020)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul memastikan kebutuhan logistik untuk pilkada mayoritas sudah tersedia. Pasalnya dari berbagai kebutuha tinggal menunggu plano, formulir C1, daftar pasangan calon dan alat bantu coblos tuna netra.
Selain itu, untuk alat pelindung diri agar pemilihan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan, tinggal menunggu pengiriman untuk alat pengukur suhu tubuh, sarung tangan medis dan masker.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, di dalam persiapan pemilihan ada dua kategori logistik. Pertama, logistik yang menyangkut kelancaran dalam pemilihan seperti surat suara, kotak suara, alat bantu pencoblosan hingga formulir rekapitulasi suara. Sedangkan logistik yang kedua berkaitan dengan APD agar pemilihan bisa sesuai dengan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona.
Menurut Hani dari dua kebutuhan logistik ini, mayoritas sudah tiba di KPU. Hal ini dikarenakan tinggal menunggu pengiriman beberapa item seperti formulir rekapitulasi, blangko paslon, alat bantu coblos tuna netra. Sedangkan untuk APD yang belum dikirim hanya kurang masker, sarung tangan medis dan alat pengukur suhu tubuh.
“Sudah 75% tersedia di KPU. Malahan untuk APD seperti sarung tangan untuk pemilih, handitizer, fasilitas cuci tangan sudah kami distribusikan ke masing-masing PPS,” kata Hani saat ditemui di kantor KPU, Selasa (24/11/2020).
Sesuai dengan target, kebutuhan logistik harus tersedia di akhir bulan ini. Meski demikian, pengiriman logistik ini juga sangat bergantung ketepatan waktu dari rekanan mengirimkan barang ke Gunungkidul. “Semua sudah melalui proses pengadaan dan tinggal menunggu pengiriman. Mudah-mudah kekurangan logsitik bisa tiba di sini [Gunungkidul] tepat waktu,” katanya.
Ditambahkan Hani, untuk sekarang KPU sedang melakukan proses penyortiran dan pelipatan surat suara. Di dalam kegiatan ini diterjunkan 100 relawan untuk melipat dan menyortir surat suara yang rusak. “Kami targetkan selesai dalam waktu tiga hari. Nanti surat suara yang rusak akan kami mintakan pengganti ke rekanan,” ungkapnya.
Pengiriman Dua Hari
Anggota KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti menambahkan, untuk kebutuhan APD sudah dikirimkan ke PPS pada Sabtu (21/11/2020). Pengiriman dilakukan selama dua hari dan diterima oleh anggota PPK yang kemudian diserahkan ke PPS. “Langsung kami kirim ke PPS untuk mempersingkat waktu,” katanya.
Menurut dia, APD yang dikirim ada beberapa item yang meliputi handsanitizer, sabun pencuci tangan, cairan disinfektan. Selain itu, ada juga tisu towel sheet, semprotan, tempat air berkran dan ember penampung, pelindung wajah hingga kantong plastik tempat sampah. “Pelaksanaan pemilihan akan mengacu pada protokol kesehatan secara ketat. Ini dilakukan agar pilkada tidak menjadi penyebab penularan virus corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
PLN retrofit PLTU agar bisa gunakan batu bara kalori rendah, solusi cegah pemadaman listrik di Jawa.
Hyundai Ioniq 3 siap debut di GIIAS 2026. Hatchback listrik canggih dengan jarak tempuh hingga 496 km ini jadi sorotan.
Prediksi Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026, lengkap dengan line up, analisis kekuatan tim, dan skor akhir.
Penggerebekan narkoba di Katingan ricuh, satu polisi gugur dan dua anggota hilang. Pencarian masih berlangsung.
PSS Sleman resmi berpisah dengan Ichsan Pratama. Gelandang kunci Super Elja musim lalu kini meninggalkan tim.