Pinjam Buku di Perpus Jogja Kini Lebih Mudah, Bisa Drive Thru atau Minta Diantar

Petugas keamanan Perpustakaan Kota Jogja menutup gerbang masuk setelah pengunjung berjumah 75 orang. - Harian Jogja/Sirojul Khafid
25 November 2020 00:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Untuk memberikan kemudahan pengunjung selama pandemi Covid-19, pengelola Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja membuat program inovasi Jamila atau Jaminan Layanan Prima Mengantar Buku Andalan ke Pemustaka.

Secara teknis, peminjam buku akan menghubungi pihak perpustakaan secara daring. Setelah pengguna memberikan informasi buku yang hendak dipinjam, petugas perpustakaan akan mengantar ke tempat yang telah disepakati.

Kepala Bidang Pengelola dan Pengembangan Perpustakaan Kota Jogja, Nunun Zulaikha mengatakan bahwa inovasi ini agar kebutuhan masyarakat dalam hal informasi terpenuhi. “Biasanya kan ada yang mager ya, males keluar rumah kalau kondisi kayak gini. Cukup hubungi kontaknya dan sebut bukunya. Pada hari itu bisa langsung diantarkan dan gratis,” kata Nunun yang ditemui Harianjogja.com, di kantornya, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Peran Guru PAUD Harus Diapresiasi

Selain Jamila, adapula Sapa Ratu atau Saran Peminjaman dan Pengembalian Buku Pustaka Langsung tanpa Turun dari Kendaraan. Apabila pengguna ingin melakukan peminjaman dan pengembalian, mereka hanya perlu datang ke Pespustakaan Kota Joga tanpa perlu turun dari kendaraan. Model ini mirip dengan sistem drive thru di kedai makanan.

Untuk perpanjangan masa peminjaman buku, pengguna juga bisa melakukannya secara daring. “Perpanjangan buku tanpa harus datang, bisa melalui medsos, telfon, atau WhatApps Perpusatakaan Kota Jogja,” kata Nunun.

Walaupun melakukan banyak inovasi dalam pelayanan selama pandemi Covid-19, Pengelola Perpusatakaan dan Kearsipan Kota Jogja masih melayani pengguna secara luring atau offline. Selain menerapkan protokol kesehatan, adapula pembatasan jumlah pengunjung. “Maksimal jumlah pengunjung 75 orang. Apabila sudah penuh, stop dulu. Nunggu ada yang keluar," katanya.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Jogja Harus Transparan dan Terbuka

Selama masa pendemi, kunjungan pengguna Perpustakaan Kota Jogja sekitar 900 orang perhari. Jumlah ini lebih sedikit daripada kunjungan sebelum pandemi Covid-19 yang berkisar seribu sampai dua ribu orang perhari.

Selain untuk urusan buku, banyak pengunjung yang memanfaatkan jaringan internet Perpusatakaan Kota Jogja. Beberapa pengunjung menggunakan fasilitas tersebut untuk sekolah daring. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

Setri (22), mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Jogja merupakan salah satu pengunjung rutin Perpusatakaan Kota Jogja belakangan ini. Mahasiswi semester sembilan ini sedang mengerjakan revisi untuk skripsinya. “Merasa aman. Ketat banget protokol kesehatannya,” kata Setri terkait protokol kesehatan yang diterapkan.