DPRD BANTUL: Anggota Dewan Termuda Kawal Pembangunan Taman Milenial

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Sigit Nursyam Priyanto. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
25 November 2020 06:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Sigit Nursyam Priyanto siap mengawal proses pembangunan taman milenial yang rencananya dibangun pada 2021 mendatang di selatan Taman Paseban Bantul. Dia berharap taman milenial tidak hanya untuk olahraga seperti skateboarding dan sepeda BMX, namun juga dilengkapi dengan Coworking Space untuk memfasilitasi usaha rintisan (Start up).

Coworking Space merupakan bangunan yang mirip perkantoran yang bisa digunakan bersama-sama dengan dukungan internet serta meja dan kursi. Coworking space menawarkan cara kerja yang fleksibel dan kreatif. Sigit mengatakan permintaan tersebut merupakan usulan masyarakat terutama kaum milenial dalam reses beberapa waktu lalu.

Dalam reses tersebut dia sengaja menghadirkan kaum milenial yang berusia 17-30 tahun, “Bahkan yang hadir itu usia dibawah 30 tahun semua,” kata Sigit, Selasa (24/11/2020). Sigit mengatakan sengaja memfokuskan segmen milenial karena selama ini kaum milenial hampir tidak memiliki akses langsung menyalurkan hak politiknya.

Anggota Dewan Bantul termuda ini mengatakan terdapat tiga isu yang disuarakan kaum milenial dalam hasil resesnya, yakni isu lingkungan, kedua minta dijembatani masuk dalam dunia kerja, dan usulan kalaborasi pembelajaran jarak jauh dan tatap muka.

Dalam isu lingkungan, kata dia, kaum milenial ternyata memiliki pemikiran jangka panjang terutama soal tata kota di wilayah Bantul dan Sewon agar tidak berdampak buruk bagi daerah selatan terutama soal resapan air. Selama ini saluran air dari kota sampai selatan semakin kecil jika tidak ada penataan yang benar maka akan menjadi bencana luapan air di daerah selatan Bantul.

Soal dunia kerja yang diinginkan adalah usaha industri kreatif, “Berkaitan dengan wirausaha butuh pelatihan sekaligus infrastrukturnya,” kata Sigit. Menurut dia, banyak usaha kreatif dari kaum milenial namun perlu dijembatani dengan infrastruktur yang memadai.

“Konkritnya mereka minta Coworking Space. Saya sampaikan taman milenial akan dibangun di selatan Taman Paseban Desaian Engineering Detail [DED] sudah ada tak sampaikan ke mereka juga kira-kira sudah memenuhi kebutuhan tidak,” ucap Sigit.

Pihaknya siap memperjuangkan pembangunan Cowrking Space tersebut di taman milenial meski DED sudah ada dan siap bangun. Sigit akan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk me-review kembali pembangunan taman milenial dan melengkapinya dengan desain Coworking Space untuk memfasilitasi start up dengan dukungan jaringan internet yang kuat.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai sangat memungkinkan pembangunan Coworking Space di taman milenial karena sangat mendukung untuk kreatifitas kaum milenial, Bahkan, “Memungkinkan juga bisa ada kedai kopi, menarik jadi kumpulan remaja. Selain kompotensi butuh ruang diskusi bareng. Syukur bisa difasilitasi perusahaan besar yang membutuhkan kreatifitas mereka,” ucap Sigit.

Dia akan mengawal pembangunan taman milenial yang dilengkapi dengan Coworking Space tersebut. Sigit bukanlah orang baru di DPRD Bantul. Pria kelahiran Bantul 11 Juli 1986 ini masuk periode kedua menjadi anggota Dewan. Sebelum di Komisi A, Sigit sebagai anggota Komisi D yang membidangi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat.

Karir politiknya dimulai sejak mahasiswa yang aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Selain itu ayah dari empat anak ini juga aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dari tingkat daerah hingga pusat. Kemudian pada 2014 diminta untuk menjadi calon anggota legislatif pada 2014 dan terpilih hingga mencalonkan kembali di 2019 dan terpilih. Bahkan dia merupakan anggota dewan termuda di Bantul.

“Ternyata ada banyak perubahan yang diinginkan dan perlu diperjuangkan lewat jalur politik,” ungkap Sigit.