Layanan Eazy Passport Penuhi Kebutuhan Masyarakat Kampus

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham DIY) Indro Purwoko (tengah) bersama Rektor UGM Prof Panut Mulyono di Unit Kerja Kantor Imigrasi (UKK) UGM, Rabu (25/11). - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak.
25 November 2020 17:30 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta kembali melaksanakan layanan jemput bola pembuatan paspor di masa pandemi Covid-19, Eazy Passport di Unit Kerja Kantor Imigrasi (UKK) UGM, Rabu (25/11/2020). Sebanyak 47 orang terdiri dari mahasiswa, dosen dan karyawan memanfaatkan layanan tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham DIY) Indro Purwoko mengatakan selama pandemi Covid-19 ini kantor imigrasi melakukan kegiatan jemput bola. Layanan Eazy Passport ini bisa diajukan secara kolektif untuk perkantoran, instansi pemerintah, Institusi pendidikan, komunitas atau organisasi serta komplek perumahan. Kegiatan tersebut merupakan yang kelima kalinya digelar. Sebelumya, selain di perbankan program yang sama digelar di kantor bea cukai.

"Instansi atau siapa saya yang mau mendaftarkan secara kolektif pelayanan pasport bisa menggunakan layanan ini. Layanan yang diberikan pembuatan pasport baru hingga perpanjangan pasport," katanya di sela-sela kegiatan.

Dia menilai, pelayanan yang diberikan kantor imigrasi ini sangat diminati masyarakat. Pelayanan paspor merupakan inovasi dalam pemberian layanan paspor kepada masyarakat. Kegiatan Eazy Passport ini juga merupakan kegiatan yang menjangkau masyarakat dimana masyarakat tidak perlu mendatangi Kantor Imigrasi namun petugas akan mendatangi.

Apalagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini, kata Indro, layanan ini juga mengurangi kontak fisik antara pemohon satu dengan pemohon lainnya sehingga dapat mencegah penularan atau penyebaran Covid-19. Petugas yang datang memenuhi protokol kesehatan, begitu juga masyarakat yang mengajukan pelayanan tersebut untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Layanan ini disambut positif oleh masyarakat. Kuota maksimal pengajuan diberikan 30 sampai 50 orang. Jadi di luar kouta harian yang diberikan. Per hari sehari 30 layanan paspor," katanya.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan layanan tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pelayanan paspor. Terutama mahasiswa asing dan mahasiswa UGM yang akan ke luar negeri. Jumlahnya kata Panut sangat banyak. Dalam setahun, sebelum masa pandemi rata-rata 1.200 mahasiswa yang ke luar negeri. Sementara mahasiswa asing di UGM sekitar 2.000 orang.

"Harapannya dengan kemudahan layanan ini diharapkan mahasiswa asing ke UGM juga bisa lebih banyak lagi dan mahasiswa Asing yang belajar ke UGM juga bisa menceritakan pengalamannya ketika pulang," katanya.

Jumlah tersebut, lanjut Panut, belum termasuk sekitar 700 dosen UGM yang rutin ke luar negeri setiap tahun. "Dosen UGM ada sekitar 4.000 orang. Yang ke luar negeri juga bisa lebih dari sekali. Saya kalau tidak pandemi Covid sudah banyak undangan yang dihadiri. Tapi karena pandemi, dibatasi. Nah dengan keberadaan UKK Imigrasi ini akan lebih mempercepat pengurusan paspor. Jelas ini akan mendukung kebutuhan dan tren globalisaai saat ini,"katanya.