Entaskan Kemiskinan, DP3AP2 DIY Gencarkan Pembentukan Desa Prima

Kegiatan inisiasi Desa Prima di Balai Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, Rabu (25/11/2020). - Harian Jogja/Adv
26 November 2020 20:27 WIB Media Digital Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY turut andil dalam upaya menekan angka kemiskinan di daerah ini. Salah satu upaya yang dilakukan jawatan tersebut adalah dengan membentuk Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (Prima).

Desa Prima adalah program meningkatkan partisipasi kaum perempuan dalam suatu wilayah melalui peningkatan produktivitas ekonomi agar tercipta kehidupan yang lebih baik. Program ini bertujuan untuk mewujudkan perempuan Indonesia yang maju dan mandiri di bidang ekonomi melalui pengembangan kegiatan ekonomi produktif untuk kesejahteraan keluarga masyarakat maupun bangsa.

Prorgam ini telah digulirkan sejak 2008 silam dan hingga 2019 tercatat sudah ada 100 desa di DIY yang didapuk menjadi Desa Prima. Jumlah itu bakal terus bertambah karena pada tahun ini DP3AP2 DIY kembali menginisiasi pembentukan lima Desa Prima, yang satunya menyasar kaum perempuan di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo. 

Sebanyak 25 perempuan warga Jatimulyo telah dipilih untuk menjadi calon pengurus Kelompok Desa Prima Jatimulyo. Sebelum itu, mereka menjalani pelatihan dan pembinaan yang digelar DP3AP2 DIY di Balai Kalurahan Jatimulyo, selama dua hari pada Rabu-Kamis (25-26/11).

Dalam pelatihan tersebut, calon pengurus mendapat materi tentang Desa Prima serta kiat-kiat meningkatkan perekonomian melalui kegiatan usaha yang diberikan oleh sejumlah mentor, salah satunya Murti Maharini dari Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat (Bermas) Setda DIY.

Murti menjelaskan pembentukan Desa Prima dilatarbelakangi tingginya tingkat kemiskinan di DIY. Berdasarkan sensus penduduk 2017, angka kemiskinan di daerah ini mencapai 11, 70 persen. Angka itu lebih tinggi dari rata-rata nasional yakni 9,41 persen.

Hal tersebut menjadi tantangan Pemda DIY untuk segera mengatasinya. Sebab jika terus dibiarkan kemiskinan bisa menjadi lingkaran setan. "Kemiskinan bisa menyebabkan kualitas kesehatan warga rendah lantaran tidak punya biaya berobat dan memenuhi asupan makanan bergizi. Dengan kondisi ini juga bisa membuat produktivitas masyarakat menurun. Kemiskinan juga membuat masyarakat kesulitan mengakses pendidikan," kata Murti saat memberi materi di Balai Kalurahan Jatimulyo, Rabu (25/11) pagi.

Dari situ dibentuklah Desa Prima, yang bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan produktivitas kaum perempuan. Perempuan dipilih karena merupakan salah satu potensi dan aset pembangunan. Perempuan juga dianggap mampu dalam berbagai bidang yang bertujuan menggerakkan perekonomian keluarga.

Murti menjelaskan, dalam program ini para perempuan akan mendapat stimulus yang diberikan Pemda DIY kepada setiap kelompok Desa Prima. Stimulus itu berupa uang untuk modal usaha yang nominalnya mencapai Rp37 juta. Di samping itu, kelompok juga memperoleh pelbagai pelatihan terkait kewirausahaan.

Lebih lanjut Murti menerangkan pelaksanaan program ini diawali dengan sosialisasi inisiasi Desa Prima, dilanjutkan pembentukan kelompok dan pelatihan. Kelompok itu nantinya akan mendapat Surat Keputusan Desa yang bisa diajukan untuk mencairkan dana bantuan dari Pemda DIY. "Setelah kelompok ini terbentuk, nantinya juga ada monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh instansi terkait di tingkat kabupaten dan provinsi," urainya.

Murti mengatakan kehadiran Desa Prima ini juga menjadi komponen penting dalam pembentukan Desa Mandiri Budaya. Desa Mandiri Budaya sendiri merupakan desa yang bisa lebih berdaya sehingga kemiskinan berkurang. Desa harus mampu mengangkat potensi setempat, yang pada akhirnya ketimpangan kemiskinan bisa teratasi.

Ada empat pilar yang harus dipenuhi setiap desa di DIY jika ingin menjadi Desa Mandiri Budaya, yaitu punya Desa Prima, yang diinisiasi DP3AP2; Desa Budaya oleh Dinas Kebudayaan; Desa Wisata oleh Dinas Pariwisata dan Desa Preneur oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY.

"Pada tahun ini, ada 10 desa di DIY yang diusulkan menjadi desa Mandiri Budaya, salah satunya Jatimulyo. Sehingga kehadiran Desa Prima di Jatimulyo merupakan komponen penting sebelum melangkah menjadi Desa Mandiri Budaya," ujar Murti.

Sementara itu, Pj Lurah Jatimulyo, Risdiyantoro mengatakan kehadiran Desa Prima ini sangat dibutuhkan pihaknya untuk melengkapi syarat menjadi Desa Mandiri Budaya. "Kita memang harus punya Desa Prima karena pada 2021 nanti ada peningkatan status yang disandang Jatimulyo dari Desa Budaya ke Mandiri Budaya. Dan salah satu komponen desa mandiri budaya adalah harus ada desa prima," ujarnya.

Oleh karena it,  Risdiyantoro menyatakan pemerintah Kalurahan Jatimulyo sangat mendukung pembentukan Desa Prima. Di samping untuk merengkuh status Desa Mandiri Budaya, kehadiran Desa Prima menurutnya bakal bermanfaat bagi pengembangan ekonomi kaum perempuan di Jatimulyo.

Ia mengatakan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya perempuan di kalurahan ini cukup besar dan berpotensi berkembang. Tak sedikit perempuan di Jatimulyo yang membuka Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dengan dibentuknya Desa Prima, maka usaha yang digeluti perempuan Jatimulyo itu bisa kian maju lagi dan upaya Pemda DIY mengentaskan kemiskinan bisa terwujud.

"Dengan pembentukan ini, kami juga akan menggunakan dana desa untuk pemberdayaan perempuan. Bentuk pemberdayaan tersebut meliputi pelatihan dan pendampingan perempuan dalam berwirausaha, bahkan nanti kami berencana mendirikan satu tempat untuk menampung produk-produk UMKM perempuan," ujarnya. (ADV)