Program Bule Mengajar di Jogja Libatkan Wisatawan ke Kampung
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Para carik atau sekretaris desa di Kabupaten Bantul diminta terus belajar melakukan pemetaan potensi yang ada di masing masing kelurahan. Hal ini disampaikan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
"Carik sebagai salah satu instrumen dalam pemerintah kelurahan memiliki peran strategis. Karena itu, para carik untuk terus belajar bagaimana memetakan potensi desanya masing-masing," kata Bupati Halim pada syawalan Paguyuban Carik Bantul di Bantul, Kamis (24/4/2025).
Menurut dia, terdapat 34 urusan otonomi daerah, yang mana urusan-urusan tersebut harus ditopang oleh pamong-pamong atau perangkat kelurahan, dan carik atau sekretaris desa merupakan komandannya.
Bupati Halim mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul telah menetapkan prioritas pembangunan untuk lima tahun ke depan salah satunya pembangunan infrastruktur.
"Kami sudah memilih dan menetapkan infrastruktur ini harus kita selesaikan secepat mungkin. Di antaranya, bagaimana jalan-jalan desa, talut, jembatan, bangket, lampu penerangan jalan. Ini harus kita selesaikan secepat mungkin," katanya.
Bupati mengatakan, pada tahun anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Bantul tahun 2026, para carik tersebut akan menemukan perbedaan yang sangat signifikan dibanding dengan APBD pada tahun 2025.
"Pada APBD 2025 ini, anggaran infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman itu hanya sebesar Rp60 miliar. Nanti kita buktikan, APBD tahun 2026, anggaran untuk infrastruktur perdesaan minimal Rp150 miliar," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto, pihaknya meminta seluruh aparatur birokrasi untuk segera bergerak menyukseskan visi dan misi pembangunan daerah.
"Saya juga perlu sosialisasi dan koordinasi dengan para lurah dan carik, bahwa prioritas kita infrastruktur, termasuk membangun lintasan joging di 17 kecamatan, supaya sarana-prasarana olahraga, kebugaran itu tersedia. Karena kita ingin masyarakat Bantul itu tidak hanya sejahtera, tetapi juga sehat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.