KPU Sleman Gelar Rapid Test bagi 19.125 Petugas Pemungutan Suara

Ketua KPU Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
27 November 2020 05:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman melakukan upaya rapid test kepada anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas ketertiban yang totalnya mencapai 19.125 orang. Pelaksanaan rapid test mengambil tempat di kantor kelurahan maupun di Puskesmas.

Ketua KPU Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi mengatakan pelaksanaan rapid test dilaksanakan sejak tanggal 24 sampai dengan 30 November 2020. Pelaksanaan rapid test dilaksanakan di sejumlah tempat agar tidak terjadi kerumunan.

"Pelaksanan rapid test dilaksanakan sampai dengan 30 November 2020 dengan mengambil lokasi desa kantor kelurahan, ada juga yang di Puskesmas. Kami agendakan rapid test dalam beberapa hari tersebut," ujar Trapsi Haryadi, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Peran Masyarakat dalam Penegakan Prokes Perlu Diperkuat

Dari hasil upaya rapid test yang dilakukan oleh pihaknya, ditemukan sejumlah petugas KPPS yang reaktif. Jumlah petugas KPPS yang reaktif sendiri variatif antara satu kecamatan dan lainnya.

"Ada temuan reaktif di beberapa kecamatan variatif. Ada yang satu kecamatan ada sebanyak 5 petugas KPPS yang reaktif, dan yang paling banyak di satu kecamatan ada sebanyak 18," terangnya.

Penanganan rapid test yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Sleman kepada anggota KPPS dan petugas ketertiban bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

"Kita rapat dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Bagi anggota KPPS yang diketahui reaktif, nantinya akan dilakukan tes usap oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman," terangnya.

Baca juga: Bantuan Sosial Tunai untuk 1.452 Keluarga di Jogja Segera Cair

Lebih lanjut, bagi anggota KPPS maupun petugas ketertiban yang nantinya diketahui bebas Covid-19 masih bisa untuk bertugas mengawal jalannya pemilihan kepala daerah. Akan tetapi, jika diketahui petugas tersebut terpapar Covid-19 sejumlah mekanisme akan diambil oleh KPU Kabupaten Sleman.

"Ada beberapa alternatif terkait kondisi tersebut. Proses pemungutan kan tanggal 9 Desember 2020. Hasil swab nanti kan diketahui sebelum 9 Desember 2020, jika positif (petugas KPPS) bisa mengundurkan diri atau dalam proses tes swab negatif masih memenuhi syarat untuk jadi anggota KPPS dan petugas ketertiban," terangnya.

KPU Sleman menyediakan sejumlah alat pelindung diri (APD) untuk setiap tempat pemungutan suara (TPS). Di antaranya, hand sanitizer, disinfektan, semprotan, ember untuk cuci tangan, sarung tangan plastik untuk semua pemilih, bahkan masker untuk pemilih yang lupa membawanya.

"APD kami sediakan untuk mendukung jalannya protokol Covid-19 saat pemungutan suara. APD nantinya akan dibagikan ke TPS pada 7 atau 8 Desember. Termasuk, baju hazmat juga akan kita alokasikan, satu baju hazmat untuk tiap TPS," sambungnya.

Jumlah TPS pada pilkada Sleman 2020 sendiri terdapat sebanyak 2.125. Bilik khusus juga disediakan untuk pemilih yang diketahui bersuhu badan tinggi.

"Jumlah TPS sebanyak 2.125. Bilik khusus kami sediakan untuk pemilih dengan suhu badan yang tinggi. Petugas ketertiban nanti akan cek suhu tubuh pemilih sebelum masuk TPS, ketika suhu tubuh tinggi, dia (pemilih) akan melakukan pemilihan di bilik khusus tersebut. Itu khusus. Totalnya, tiga ditambah satu bilik. Tiga untuk masyarakat yang normal sehat, satu untuk yang suhu tinggi," terangnya.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan jika pihaknya sudah menyiapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 nanti saat berjalannya pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sleman 2020.

"Berkaitan dengan pilkada, sudah kami setting dari awal bagaimana pencegahan penularan Covid-19, apa yang harus kami persiapkan untuk menghadapi pilkada. Kita yakinkan saat waktunya (pemilihan kepala daerah) nanti protokol Covid-19 bisa terlaksana dengan baik," pungkasnya.