WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY memperpanjang status Tanggap Darurat Covid-19 hingga sebulan ke depan karena kasus infeksi virus Corona belum juga berhenti. DIY sudah tujuh kali memperpanjang tanggap darurat sejak Maret lalu.
Perpanjangan status ini ditetapkan dalam Keputusan Gubernur DIY No. 358/KEP/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Ketujuh Status Tanggap Darurat Covid-19.
BACA JUGA: Pria yang Bersila di Jalan Madiun dan Ditabrak Truk hingga Meninggal Ternyata Siswa SMK
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengatakan perpanjangan ini mempertimbangkan kasus Covid-19 di DIY yang masih fluktuatif dan cenderung naik. “Karena fluktuatif, kami enggak tahu kapan selesainya. Selama fluktuatif dan naik seperti ini kami pasti perpanjang,” ujar dia, Senin (30/11/2020),
Sementara, rencana pembelajaran sekolah tatap muka yang diwacanakan pada semester genap mulai Januari mendatang akan benar-benar dipertimbangkan. “Lihat perkembangannya dulu. Kalau masih seperti ini, anak-anak kita jangan [belajar tatap muka],” ujar dia.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 41 penambahan kasus positif pada Senin ini. Sleman mendominasi penambahan sebanyak 29 kasus. Sementara 65 pasien dinyatakan sembuh dan tidak ada pasien meninggal dunia.
BACA JUGA: Bawaslu Bantul Setop Penyelidikan Video Bagi-Bagi Uang, Ini Penyebabnya
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 5 kasus, Bantul 5 kasus, Gunungkidul 2 kasus, dan Sleman 29 kasus. “Ini dari pemeriksaan pada 716 sampel dari 715 orang,” ujarnya.
Dilihat dari riwayatnya, penambahan terdiri dari tracing kasus positif 21 kasus, periksa mandiri 11 kasus dan belum ada keterangan 9 kasus. Adapun pasien sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 17 kasus, Bantul 20 kasus, Kulonprogo 17 kasus dan Sleman 11 kasus.
Sejauh ini, total kasus positif DIY menjadi sebanyak 5.963, dengan 1.420 kasus aktif, 4.398 pasoen sembuh dan 145 pasien meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Kemendag meluncurkan layanan alat ukur SPKLU guna memastikan konsumen kendaraan listrik mendapat daya sesuai pembayaran
Penjualan sapi kurban asal Gunungkidul tembus 4.700 ekor jelang Iduladha 2026. Permintaan naik dibanding tahun lalu.