Pembelajaran Tatap Muka di SMKN 1 Pundong bantul Sudah Berjalan, Ini Evaluasinya

Siswa SMKN 1 Pundong sedang melakukan praktik pengelasan di sekolah setempat, Senin (30/11/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
30 November 2020 16:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pundong, Bantul sudah menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas sejak dua bulan lalu dan diklaim sampai saat ini berjalan lancar.

Kepala SMKN 1 Pundong, Sutapa, mengatakan pembelajaran tatap muka terbatas itu hanya untuk mata pelajaran produktif atau pelajaran praktik langsung, karena tidak bisa dilakukan secara jarak jauh atau online, seperti praktik teknik pengelasan, teknik instalasi tenaga listrik, teknik komputer dan jaringan, dan teknik audio video.

BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Selesaikan Jaringan Internet Gratis di 1.000 Titik

Belajar tatap muka tersebut juga dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19, hanya 30% dari total kapasitas satu kelas sebanyak 36 orang, “Setiap kelompok yang masuk sembilan orang dan hanya satu minggu dalam sebulan karena harus bergantian,” kata Sutapa, di SMKN 1 Pundong, Senin (30/11/2020).

Pembelajaran tatap muka untuk praktik, kata dia, sudah dilakukan sejak awal Oktober lalu setelah mendapat izin dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY yang membawahkan pendidikan menengah atas serta Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Pundong. Bahkan Satgas Covid-19 Pundong sudah memvalidasi terpenuhinya syarat pembelajaran tatap muka terbatas tersebut.

Selain menggelar pembelajaran praktek tatap muka, SMKN 1 Pundong juga sudah menyelenggarakan konsultasi pembelajaran untuk mata pelajaran tertentu, seperti matematika, fisika, dan kimia. Prosesnya, kata Sutapa, siswa sudah mendapat izin dari orang tua kemudian mengajukan konsultasi ke sekolah dan sekolah menjadwalkan dengan guru sesuai mata pelajaran yang akan dikonsultasikan.

BACA JUGA: Pria yang Bersila di Jalan Madiun dan Ditabrak Truk hingga Meninggal Ternyata Siswa SMK

Sutapa mengatakan baik pembelajaran tatap muka materi praktik tetap harus mendapat izin dari orang tua. Kemudian siswa mengisi lewat Google Form terkait dengan kondisi kesehatan, riwayat perjalanan, apakah kedatangan tamu dari luar atau tidak. Setelah itu diproses. Saat datang ke sekolah juga tetap dengan protokol kesehatan seperti cuci tangan, pengecekan suhu, dan dilarang untuk berkerumun.

“Sejauh proses pembelajaran tatap muka maupun konsultasi pembelajaran berjalan lancar. Tidak ada anak didik kami yang sakit,” kata Sutapa.

Sutapa menambahkan siswa yang ingin belajar tatap muka tetapi belum mendapat izin dari orang tua akan mendapat pelayanan khusus praktik mandiri dengan pendampingan pada jam khusus. “Kami juga tidak memaksakan bagi siswa yang belum mendapat izin orang tua,” ujar Sutapa.

Tata Nurhadiyanto, salah satu siswa SMKN 1 Pundong, Kelas X, mengaku baru mulai praktik pada awal Oktober lalu. Dia perlu datang ke sekolah untuk belajar praktik karena alat pengelasan hanya ada di sekolah. Saat ini dia sedang belajar praktik mengelas asotelin atau mengelas dengan menggunakan oksigen, “Lumayan sulit karena harus mengatur keseimbangan pengaturan antara oksigen dan nyala api. Jadi butuh waktu yang lama untuk belajar,” ucap Tata.