Pemkab Gunungkidul Selesaikan Jaringan Internet Gratis di 1.000 Titik

Ilustrasi - Freepik
30 November 2020 15:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyelesaikan program pemasangan jaringan Internet gratis di 1.000 lokasi. Program ini untuk mendukung dan mempersiapkan kebutuhan Internet bagi penyelengaran layanan pemerintah dan sebagai fondasi dasar infrastruktur menuju Gunungkidul Smart City.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan, program 1.000 titik akses internet selesai lebih cepat, seharusnya akhir tahun, tetapi menjadi akhir November. “Titiknya juga lebih banyak karena menyasar di 1.041 lokasi,” kata Kelik kepada wartawan, Senin (30/11/2020).

BACA JUGA: Bawaslu Bantul Setop Penyelidikan Video Bagi-Bagi Uang, Ini Penyebabnya

Dia mengharapkan jaringan Internet gratis dapat meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan menjadi fondasi dasar infrastruktur menuju Gunungkidul Smart City. “Mudah-mudahan program ini juga mampu meningkatkan produktivitas dan dapat memacu kreativitas sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah,” ujarnya.

Menurut dia, pemkab akan menyediakan perangkat yang dapat menyebar frekuensi agar akses masyarakat bisa lebih luas. “Kami berencana meningkatkan kecepakatan akses Internet dimanfaatkan masyarakat dengan baik,” katanya.

Kelik mengungkapkan, titik titik yang dipasangi jaringan Internet meliputi kantor-kantor pemerintahan, sekolah, kalurahan, serta tempat-tempat strategis seperti pasar dan lokasi wisata. “Kami terus berusaha agar jaringan telekomunikasi masyarakat semakin lancar sehingga lokasi yang sulit sinyal bisa dihilangkan,” katanya.

BACA JUGA: Memprihatinkan, 299 Anak di Bantul Jadi Korban Kekerasan

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan bagi masyarakat menyangkut jaringan telekomunikasi.

“Kami terus berupaya mewujudkan layanan ini. target kami, bisa masuk sepuluh besar smart city di Indonesia,” katanya.

Badingah mengatakan perkembangan teknologi dan informasi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan di masyarakat. Pemerintah sudah meluncurkan layanan online dalam pengurusan perizinan hingga tanda tangan digital dalam upaya mempermudah layanan.