Petani Gunungkidul Olah Lahan, Musim Hujan Diprediksi Desember
Petani Gunungkidul mulai mengolah lahan dan menyiapkan benih serta pupuk sambil menunggu musim hujan yang diperkirakan tiba pada Desember 2026.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyelesaikan program pemasangan jaringan Internet gratis di 1.000 lokasi. Program ini untuk mendukung dan mempersiapkan kebutuhan Internet bagi penyelengaran layanan pemerintah dan sebagai fondasi dasar infrastruktur menuju Gunungkidul Smart City.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan, program 1.000 titik akses internet selesai lebih cepat, seharusnya akhir tahun, tetapi menjadi akhir November. “Titiknya juga lebih banyak karena menyasar di 1.041 lokasi,” kata Kelik kepada wartawan, Senin (30/11/2020).
BACA JUGA: Bawaslu Bantul Setop Penyelidikan Video Bagi-Bagi Uang, Ini Penyebabnya
Dia mengharapkan jaringan Internet gratis dapat meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan menjadi fondasi dasar infrastruktur menuju Gunungkidul Smart City. “Mudah-mudahan program ini juga mampu meningkatkan produktivitas dan dapat memacu kreativitas sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah,” ujarnya.
Menurut dia, pemkab akan menyediakan perangkat yang dapat menyebar frekuensi agar akses masyarakat bisa lebih luas. “Kami berencana meningkatkan kecepakatan akses Internet dimanfaatkan masyarakat dengan baik,” katanya.
Kelik mengungkapkan, titik titik yang dipasangi jaringan Internet meliputi kantor-kantor pemerintahan, sekolah, kalurahan, serta tempat-tempat strategis seperti pasar dan lokasi wisata. “Kami terus berusaha agar jaringan telekomunikasi masyarakat semakin lancar sehingga lokasi yang sulit sinyal bisa dihilangkan,” katanya.
BACA JUGA: Memprihatinkan, 299 Anak di Bantul Jadi Korban Kekerasan
Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan pemerintah berkomitmen memberikan kemudahan bagi masyarakat menyangkut jaringan telekomunikasi.
“Kami terus berupaya mewujudkan layanan ini. target kami, bisa masuk sepuluh besar smart city di Indonesia,” katanya.
Badingah mengatakan perkembangan teknologi dan informasi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan di masyarakat. Pemerintah sudah meluncurkan layanan online dalam pengurusan perizinan hingga tanda tangan digital dalam upaya mempermudah layanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Gunungkidul mulai mengolah lahan dan menyiapkan benih serta pupuk sambil menunggu musim hujan yang diperkirakan tiba pada Desember 2026.
Fenomena selebcat di tempat umum bisa meningkatkan kepedulian, tetapi interaksi berlebihan berisiko membuat kucing stres dan takut.
Harga kambing di Gunungkidul anjlok hingga Rp250.000 per ekor. Peternak mengeluhkan biaya pakan mahal dan keuntungan yang menipis.
Polisi menyelidiki kematian Ayudiah Rivana, atlet silat Semarang di Porprov Jateng 2026, setelah menjalani operasi patah jari tangan.
Disperindag Sleman menjajaki tenant kuliner dan pusat oleh-oleh di Pasar Prambanan untuk menarik anak muda mulai 2027.
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.