Calon Penerima Vaksin Covid-19 di Jogja Mulai Didata

Ilustrasi. - Freepik
01 Desember 2020 23:27 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta bersiap melakukan pendataan untuk calon penerima vaksin COVID-19, di antaranya tenaga kesehatan, TNI, kepolisian hingga pegawai yang bekerja di berbagai sektor pelayanan publik.

“Memang belum ada kejelasan mengenai kapan vaksinasi COVID-19 ini akan dilakukan. Oleh pemerintah pusat, ada permintaan untuk menyiapkan datanya,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa (1/12/2020).

Selain menyiapkan data tenaga kesehatan, lanjut Heroe, juga disiapkan data penerima bantuan iuran untuk program BPJS kesehatan di Kota Yogyakarta.

“Nantinya akan ada aplikasi khusus untuk pendataan. Jadi, siapa saja yang nantinya memperoleh vaksin akan terdata di aplikasi tersebut,” katanya.

Namun demikian, lanjut Heroe, akan tetap dilakukan serangkaian seleksi mulai dari seleksi umur dan kesehatan untuk menentukan siapa saja yang bisa menerima vaksin.

“Dari informasi umum, penerima vaksin adalah orang yang belum pernah terpapar COVID-19. Untuk lebih jelasnya, kami membutuhkan petunjuk teknis dan pelaksanaan, khususnya untuk menentukan status kesehatan seseorang,” katanya.

Seluruh pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi, lanjut dia, dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Pada APBD Kota Yogyakarta 2021, kami siapkan anggaran secukupnya. Karena pada saat ditetapkan, kami belum tahu bagaimana alokasi pemberian vaksin ini,” katanya.

Jika anggaran yang disiapkan tersebut belum mencukupi, lanjut Heroe, tetap bisa dilakukan realokasi atau refocusing terhadap anggaran untuk pemenuhan kebutuhan penanganan COVID-19.

Selain pemberian vaksinasi gratis dari pemerintah, juga akan dilakukan vaksinasi mandiri oleh masyarakat yang bisa diakses di sejumlah pusat pelayanan kesehatan.

“Dimungkinkan akan lebih banyak masyarakat yang melakukan vaksinasi secara mandiri. Pelayanan dilakukan di rumah sakit-rumah sakit yang sudah didata oleh pemerintah pusat,” katanya.

Sumber : Antara