Madden Julian Ossilation Sedang Melintasi DIY, Apa Dampaknya?

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
01 Desember 2020 16:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) DIY menyatakan jika saat ini Madden Julian Ossilation (MJO) sedang melintasi pulau Jawa dan khususnya DIY. Hal tersebut berimbas kepada sering terjadinya banyak hujan di wilayah DIY.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Staklim DIY Reni Kraningtyas membenarkan terkait dengan Madden Julian Ossilation (MJO) yang sedang melintasi pulau Jawa khususnya DIY. "Saat ini MJO sedang melintasi Jawa dan DIY. Sehingga, DIY terjadi banyak hujan," ujar Reni saat dikonfirmasi pada Selasa (1/12).

Akan tetapi, berdasarkan prakiraan untuk satu atau dua hari ke depan cuaca di wilayah sekitar DIY sedikit membaik. Dikarenakan, angin baratan dari Asia tidak langsung melewati pulau Jawa. Tetapi, terkonsentrasi menuju low pressure area di sebelah barat Sumatera.

"Walaupun potensi hujan pada sore dan malam hari masih terjadi di wilayah DIY. Dan MJO sendiri pada awal Desember ini masih melintasi wilayah Indonesia," terang Reni.

Reni menjelaskan jika MJO atau Madden Julian Ossilation ini adalah perambatan awan-awan konvektif ke arah timur dengan kecepatan lima meter per detik di sepanjang wilayah equator, mulai dari Samudera Hindia sampai dengan perairan Pasifik Barat dan Pasifik Tengah, periode perambatannya 30 sampai dengan 60 hari.

"MJO terkini akan masuk ke Indonesia pada akhir November sampai dengan awal Desember. Sedangkan, dampak La Nina mencapai puncaknya akan kita rasakan pada bulan Desember 2020 dan Januari 2021, tetapi dampak yang signifikan masih akan kita rasakan bervariasi di masing-masing wilayah dari Januari sampai dengan Maret 2021," sambung Reni.

Berdasarkan catatan BMKG Stasiun Klimatologi DIY, secara umum curah hujan bulanan pada tanggal Desember 2020 sampai dengan Februari 2021 dalam kategori tinggi dan umumnya di atas normal. 

"Pada Januari sampai dengan Februari 2021 merupakan puncak hujan di wilayah DIY bersamaan dengan puncak La Nina. Monsun asia (angin baratan) juga akan mendominasi di Indonesia yang dampaknya akan banyak membawa uap air ke Indonesia," pungkasnya.