Desa di Bantul Diminta Sediakan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Ilustrasi - Antara
03 Desember 2020 15:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyiapkan regulasi agar semua desa di Bantul menyediakan ruang isolasi bagi pasien Coronavirus Disease atau Covid-19. Setelah tersedia tempat isolasi, Pemkab selanjutnya akan mendukung pengadaan alat kesehatan dan petugas kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan Pemkab Bantul sebagai solusi penuhnya bed atau tempat tidur di rumah sakit rujukan khusus Covid-19. “Kami akan mengubah SK Bupati, tempat isolasi nantinya diminta disediakan desa kemudian akan di-support untuk obat-obatan dan sumber daya manusianya. Masing-masing akan disediakan sarana dan prasarananya,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo, Kamis (3/12/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis, mengatakan ruang isolasi kemungkinan baru disediakan pemerintah desa pada 2021 mendatang. Saat ini, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa mengenai syarat tempat isolasi, di antaranya mendapat persetujuan dari masyarakat sekitar dan mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten.

Sementara, solusi jangka pendek yang dilakukan adalah menambah tempat tidur di ruang isolasi yang ada seperti di gedung bekas Rumah Sakit Fatmasuri Sewon, Gedung Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (UPTD BPSDMP) Sewon, dan Gedung Saemaul Bambanglipuro.

Total ada 45 bed yang disediakan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sewon. “Distribusinya ke mana? Kami serahkan ke Dinas Kesehatan mana yang perioritas difasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana,” kata Helmi.

Pemkab Bantul, kata Helmi, melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan mendukung sepenuhnya dalam penganggaran untuk memfasilitasi ruang isolasi yang dilengkapi dengan alat kesehatan dan petugas kesehatan.

Menurut Helmi, ruang isolasi yang akan disediakan untuk orang tanpa gejala (OTG) nantinya mirip dengan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) di Bambanglipuro. Awalnya RSLKC adalah untuk OTG, namun dalam perkembangannya kini juga merawat pasien yang bergejala ringan maupun sedang.

“Semua RS rujukan kondisinya full [penuh]. Sebab itu, kami mempersiapkan selter isolasi yang bisa dimanfaatkan,” ujar Helmi.