Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Warga Ngupasan mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos atau organic, Oktober lalu. /Ist-Ngupasan.
Harianjogja.com, GONDOMANAN--Meski masih di tengah masa pandemi Covid-19 hingga saat ini, tak menyurutkan semangat warga Kelurahan Ngupasan, Kota Jogja untuk tetap berupaya menjaga dan memelihara kebersihan serta keindahan lingkungan sekitar.
Lurah Ngupasan Kecamatan Gondomana Kota Jogja Didik Agus menuturkan semangat warga ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang tergabung dalam kelompok bank sampah. Mereka antusias mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos atau organik yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, pada November lalu.
Bertempat di aula Kelurahan Ngupasan, dalam kegiatan ini disampaikan permasalahan sampah di Kota Jogja lebih banyak didominasi oleh sampak rumah tangga dengan volume yang sangat tinggi setiap harinya, sementara kapasitas Tempat Pembuangan Akhir sangat terbatas.
BACA JUGA : Kini Ada Bank Sampah di Malioboro
“Untuk itu penting kiranya warga Kota Jogja untuk dapat membantu mengurangi volume sampah tersebut dengan cara mengelola sampah rumah tangga organik menjadi pupuk kompos yang sangat bermanfaat untuk tanaman,” ujarnya, Minggu (6/12/2020).
Didik mengingatkan pentingnya kesasadaran, kepedulian dan kemauan warga untuk mengelola lingkungannya agar tetap bersih, sehat dan indah. “Dapat menjadi alternatif tambahan penghasilan jika ditekuni dengan baik,” ungkapnya.
Dalam masa pandemi Covid-19 ini, aktivitas kelompok Bank Sampah tetap beraktivitas meski terbatas, namun demikian warga Ngupasan melakukan pemilahan sampah dan membuat pupuk kompos dan organik di rumah.
BACA JUGA : Bank Sampah di Kota Jogja Ini Ternyata Kerap Dikunjungi
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan musuh masa depan masyarakat adalah sampah yang tidak terkelola dengan baik. Ia mengimbau masyarakat untuk mengubah paradigma dari yang sebelumnya sampah untuk dibuang menjadi sampah untuk dikelola.
Selain permasalahan semakin overloadnya sampah di TPA Piyungan, sampah yang tidak terkelola juga dapat menyebabkan banjir karena sampah menyumbat saluran air hujan. “maka kita harus sama-sama Kelola sampah, agar tidak menimbulkan berbagai masalah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal DAMRI Bandara YIA 14 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan dengan tarif promo Rp50.000 hingga September 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 14 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
KPPS Pilur Gunungkidul telah terbentuk untuk 230 TPS di 31 kalurahan. Simak tugas KPPS dan jumlah pemilih pada Pilur 26 September 2026.
Jadwal KA Bandara YIA 14 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya.