Di Masa Pandemi FIKes Unisa Yogya Laksanakan Pelantikan dan Sumpah

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan pelantikan dan sumpah Bidan, Radiografer, dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik, Senin (7 - 12).
07 Desember 2020 15:47 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas `Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan pelantikan dan sumpah Bidan, Radiografer, dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik, Senin (7/12).

Pelantikan dan Sumpah yang diadakan oleh FIKes Unisa Yogya diikuti 323 profesi, dan dilakukan secara daring di Hall Baroroh Baried lantai 4 kampus Unisa Yogya. Adapun jumlah dari masing- masing lulusan yaitu 82 profesi Radiografer, 167 Bidan, dan 71 Ahli Teknologi Laboratorium Medik.

Dekan FIKes Unisa Yogya M. Ali Imron, M.Fis mengatakan hubungan antara tenaga kesehatan dengan pasienya selalu berjalan secara unequal keseimbangan, dimana masyarakat membutuhkan para tenaga kesehatan dan apabila tidak dibingkai dengan hubungan yang epik maka sangat mungkin akan terjadi eksploitasi.

“Maka untuk para profesi Bidan, Radiografer maupun Ahli Teknologi Laboratorium Medik, saya berpesan bahwa hari ini kita semua telah menyatakan diri pada posisi dimana kita menuju kemuliaan hidup, satu kemuliaan yang tidak bisa diukur dan merupakan hubungan kemanusiaan yang universal,” ucap Imron.

Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat Selaku Rektor Unisa Yogya mengucapkan selamat kepada 323 lulusan yang dilantik dan diambil sumpahnya, serta berpesan kepada para calon tenaga kesehatan untuk memiliki kepeka`an pada situasi krisis pandemi Covid-19 ini dan juga tetap menjaga nama baik almamater.

Sambutan dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY diwakilkan oleh Trisno Agung Wibowo, SKM., M.Kes selaku kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes DIY menyampaikan kepada para lulusan, bahwa tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di puskesmas, rumah sakit dan masyarakat.

“Saudara sebagai tenaga kesehatan berperan menjadi tim pendidik yang memberikan edukasi kepada pasien, keluarga dan masyarakat nantinya,” tutur Trisno. (ADV)