Usai Nyoblos, Abdul Halim Muslih Mengaku Siap Terima Hasil Pilkada Bantul dengan Legowo

Calon Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan istri, Emi Masruroh, melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Bantul di Dusun Singosaren Wukirsari Bantul, Rabu (9/12/2020). - Youtube Harian Jogja
09 Desember 2020 09:20 WIB Nina Atmasari Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Calon Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Bantul di Dusun Singosaren Wukirsari Bantul, Rabu (9/12/2020).

Abdul Halim Muslih tiba di TPS bersama sang istri Emi Masruroh, pada pukul 08.45 WIB. Keduanya kompak memakai pakaian batik.

Usai mencoblos, Abdul Halim Musli yang menjadi calon bupati berpasangan dengan Joko B Purnomo ini mengaku lega.

"Suasananya lega sekali. Alhamdulillah hari yang dinantikan oleh rakyat Bantul telah tiba. Saya sebagai warga Bantul punya hak pilih, jadi melakukan pencoblosan di TPS 6 Dusun Singosaren Wukirsari Imogiri," katanya, usai mencoblos.

Ia berharap di seluruh TPS menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat, sebab kasus Covid-19 di DIY masih tinggi dan 70% wilayah di DIY merupakan zona merah, termasuk Bantul.

"Pesta demokasi hari ini, kesehatan harus diutamakan. Protokol demikian ketat sampai gunakan sarung tangan sekali pakai, ini menunjukkan bahwa kita tidak main-main dengan covid ini," tambahnya.

Pada pilkada ini, Abdul Halim Muslih optimistis untuk menang.

"Optimis menang. Kita lihat saja nanti. Tentu saya mengucapkan terima kasih pada rakyat Bantul. Ini pilihan rakyat siapapun yang menang atau kalah harus terima dan hormati keputusan rakyat karena rakyat pemegang keudaulatan," tuturnya.

Ia berharap ke depan pemerintahan Kabupaten Bantul menjadi lebih baik, memberi pelayanan publik lebih baik sehingga kesejahteraan kemakmuran rakyat bantul meningkat.

"Kita tingkatkan bersama rakyat sebab serta partisipasi rakyat sangat penting," tambahnya.

Optimistis menang, Abdul Halim Muslih mengaku tidak memasang angka target kemenangan.

"Target yang penting menang, 70 atau 60% sama saja dampaknya sama saja, menang ya menang gitu saja," tegasnya.

Ia juga berpesan semua warga agar menerima hasil Pilkada nanti. Ia juga yakin Bantul akan tetap kondusif setelah pilkada nanti.

"Sebagai warga negara yang baik yang paham sistem demokrasi Pancasila apapun hasilnya saya menerima, suara rakyat suara Tuhan takdir harus dihormati, saya akan terima dengan legowo. InsyaAllah tidak ada benturan fisik, warga Bantul sudah cerdas biasa berdemokrasi, menang kalah biasa saja," katanya.