Kasus GMS Bantul, 31 Saksi Diperiksa, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Logo UGM./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Merebak pesan berantai di aplikasi obrolan Whatsapp menyangkut situasi Covid-19 di DIY dengan mencatut Satgas Covid-19 UGM. Dalam pesan tersebut berisi situasi yang genting Covid-19 di UGM.
Disebutkan dalam pesan tersebut, penulis pesan merupakan tim Satgas Covid-19 UGM mengingatkan kepada warga yang berencana pergi ke Jogja untuk menunda dulu keberangkatannya. Bahkan dalam pesan tersebut dikatakan jika Satgas Covid-19 UGM kewalahan mengatur tempat isolasi mandiri bagi sivitas UGM.
Pesan juga menyebutkan jika saat ini telah dibuka satu asrama mahasiwa yang terdiri dari tiga lantai untuk keperluan isolasi mandiri bagi pasien tanpa gejala. Bahkan dikatakan jika saat ini kondisi asrama telah penuh sampai-sampai akan disiapkan apartemen UGM sebqgai cadangan.
Guna mengetahui kebenaran informasi yang santer beredar di media sosial, konfirmasi langsung dilakukan kepada Satgas Covid-19 UGM. Ketua Satgas Covid-19 UGM, Rustamadji secara tegas membantah pesan tersebut dibuat oleh pihaknya. Dia bahkan menegaskan jika informasi tersebut merupakan hoaks dan tidak benar. "[Informasi] bukan dari kami satgas," tegasnya.
Konfirmasi pun juga dilakukan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi menyebut materi pesan berantai tidak jelas sumbernya. Pihaknya meminta kroscek dilakukan ke pihak UGM atau pengelola asrama terkait kondisi yang dituliskan dalam pesan berantai.
Heroe menjelaskan tidak ada larangan orang datang ke Jogja. Selain itu dirinya menambahkan jika kondisi kamar bagi pasien Covid-19 pun saat ini masih tersedia, begitu pula selter untuk pasien OTG pun masih tersedia bed. "Yang jelas, tidak ada larangan orang datang ke Jogja, silahkan datang ke Jogja. Untuk Kota Jogja kamar di rumah sakit masih tersedia. Begitu juga untuk selter kasus Covid-19 tanpa gejala juga masih tersedia. Jadi kalo informasi tanpa jelas pengirimnya dan informasinya berbeda dengan kebijakan berarti hoax," tegasnya.
Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan kepada Satgas Covid-19 UGM bahwa informasi yang menyebutkan ada asrama UGM yang telah penuh untuk isolasi mandiri bahkan sampai menggunakan apartemen cadangan tidak benar adanya. Satgas Covid-19 UGM membantah adanya informasi tersebut. Sehingga dapat disimpulkan informasi yang beredar melalui pesan berantai adalah hoaks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.
BRIN dorong pembahasan RUU Pemilu dipercepat agar Pemilu 2029 berjalan berkualitas dan sesuai tahapan.