Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul belum mengetahui kuota pasti vaksin Covid-19 untuk tenaga kesehatan dan warga di Bantul. Namun Dinas Kesehatan sudah mengajukan kuota vaksin dan melatih vaksinator di semua puskesmas.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul Abednego Dani Nugroho mengatakan pelatihan vaksinator dilakukan secara daring sebagai persiapan ketika vaksin Covid-19 tiba di Bantul. Dalam pelaksanaannya nanti proses vaksinasi di Puskesmas terdapat empat meja layanan.
Pada meja pertama pasien akan ditanyai identitas hingga kepseresertaan BPJS atau tidak, usia dari pasien harus 18-59 tahun.
BACA JUGA : Mesir Akan Produksi Vaksin Covid-19 Sinovac
“Setelah lolos pindah ke meja dua untuk ditanyai kesehatan termasuk tidak memiliki tujuh penyakit komorbid, setelah lolos geser ke meja tiga untuk disuntik vaksin COVID-19, setelah disuntik pindah ke meja keempat untuk pemeriksaan kejadian ikutan pasca imunisasi. Pasien diminta duduk sekitar 30 menit, jika tidak ada efek maka boleh pulang,” kata Abed, Sabtu (12/12/2020).
Dalam waktu dekat ini pihaknya akan memvalidasi kepersertaan BPJS bagi calon pasien yang akan divaksin dengan kriteria yang sudah ditentukan. Pendataan itu penting dilakukan untuk mengetahui kebutuhan vaksin Covid-19 untuk warga Bantul. Sebab jika tidak masuk kepesertaan BPJS, maka warga diarahkan untuk menjalani vaksinasi mandiri.
Menurut Abed, pemberian vaksin bagi warga pemegang BPJS nantinya akan dilayani di 27 puskesmas yang ada di Bantul, dan dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Hardjolukito.
BACA JUGA : Calon Penerima Vaksin Covid-19 di Jogja Mulai Didata
“Puskesmas dan rumah sakit tersebut memilih SDM yang punya kemampuan memberikan vaksinasi dan peralatan yang lengkap," kata dia.
Lebih lanjut Abed belum mengetahui kapan vaksin Covid-19 tiba di Bantul. Namun kuota untuk tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan sudah mengajukan sebanyak sekitar 4000-an tenaga kesehatan yang bekerja di semua fasilitas kesehatan di Bantul. Abed juga belum mengetahui merek vaksin yang akan diterima Bantul.
“Saat ini juga belum diketahui vaksin merek apa yang sudah lolos dari Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM]” tandas Abed.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Polisi menyelidiki penembakan tiga kendaraan konvoi Freeport di Mile Point 60. Tak ada korban jiwa, enam serpihan logam ditemukan.
Desil Timbul tukang becak di Kulonprogo akhirnya berubah dari 9 menjadi 3, tetapi anaknya masih kesulitan mengakses KIP Kuliah.
Bali United menang 2-1 atas PSS Sleman pada laga perdana BRI Super League 2026-2027. Dua gol tuan rumah dianulir VAR.
Cagar budaya nasional 2026 ditarget 1.750 objek. Hingga Agustus, 1.172 objek telah direkomendasikan untuk ditetapkan.
Harga Pertamax diproyeksikan sulit turun hingga akhir 2026. Ekonom memperkirakan harga bisa turun sekitar Rp1.500 per liter.