Gunungkidul Siapkan 1 Petugas Vaksin untuk 1 Puskesmas

Ilustrasi. - Freepik
15 Desember 2020 10:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Kesehatan Gunungkidul mulai mempersiapkan proses vaksinasi anti corona. Meski belum diketahui pasti jumlah warga yang akan disasar, namun dipastikan layanan akan dibuka di setiap puskesmas, minimal ada satu petugas pemberi vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, untuk pengadaan vaksin sepenuhnya menunggu kebijakan dari pemerintah pusat karena hingga sekarang barangnya belum ada kejelasan yang pasti. Meski demikian, pihaknya sudah mulai mempersiapkan diri untuk proses vaksinasi. Salah satunya dengan meyediakan petugas pemberi vaksin.

BACA JUGA : RS di Jogja Belum Sediakan Vaksin Corona

Menurut dia, beberapa waktu lalu sudah ada pelatihan untuk memberikan vaksin yang aman dan benar. “Jumlahnya saya agak lupa, tapi sudah ada pelatihan dan ini akan terus berlanjut,” kata Dewi kepada wartawan, Senin (14/12/2020).

Ia pun menargetkan minimal di satu puskesmas dan layanan kesehatan lainnya seperti rumah sakit ada satu petugas pemberi vaksin. Target ini dicanangkan agar didalam pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar. “Minimal satu puskesmas satu petugas. Hal yang sama juga ada di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang lain,” ungkapnya.

Selain mempersiapkan petugas untuk kelancaran proses vaksinasi, di masa persiapan ini dinas kesehatan juga melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi sasaran proritas mendapatan vaksin. Hingga sekarang, Dewi mengakui belum ada data pasti karena masih dalam proses pendataan.

“Kami tidak sendiri dalam pendataan karena juga melibatkan tim dari dinas kependudukan dan catatan sipil,” katanya.

BACA JUGA : RS UII Tutup Pendaftaran Vaksinasi Covid-19

Menurut dia, untuk sasaran vaksin disesuaikan dengan jumlah kuota yang ada. Namun demikian, didalam perencaaan ada sasaran utama yang perlu mendapatkan vaksin seperti petugas kesehatan, petugas di pelayanan publik hingga masyarakat yang masuk kategori kelompok rentan.

“Sasaran utama bagi warga yang berusia 18 tahun ke atas. Nanti masih ada spesifikasi lainnya sehingga diperoleh data warga yang menjadi prioritas mendapatkan vaksin,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, dirinya meminta kepada masyarakat untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Menurut dia, penyebaran virus corona masih menjadi ancaman karena penularan masih terjadi di masyarakat. “Mari bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus corona,” kata Badingah.

Ia menungkapkan, gerakan cuci tangan menggunakan sabun, terus menjaga jarak serta memakai masker saat di luar rumah haru terus dijalankan. “Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi masyarakat juga harus berpartisipasi sehingga hasilnya bisa maksimal,” katanya.