Anggaran Direalokasi, Jumlah Lelang Pekerjaan Terbatas

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
16 Desember 2020 05:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Lelang paket proyek 2021 Pemkot Jogja akan dibuka dengan belanja jasa. Realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 membuat jumlah lelang pekerjaan yang masuk tak sampai 50 persen.

Belum usianya pandemi, membuat realokasi dan refocusing anggaran tetap dilakukan tahun depan. Hal ini tentu berdampak pada jumlah penggarapan proyek yang bisa digarap. Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Pemerintah Kota Jogja, Sukadarisman menyebutkan jika refocusing membuat jumlah lelang yang masuk ke Bagian Layanan Publik (BLP) hanya mencapai 35 persen.

"Karena ada realokasi dan refocusing anggaran untuk kebutuhan penanganan Covid-19, maka jumlah lelang pekerjaan yang masuk ke BLP hanya sekitar 35 persen dari perencanaan, dan seluruhnya selesai dilelangkan," jelasnya pasa Selasa (15/12/2020).

Disebutkan Sukadarisman bila saat ini sudah ada 25 paket pekerjaan belanja jasa yang masuk proses lelang sejak Oktober. Beberapa belanja jasa yang sudah masuk proses lelang meliputi jasa tenaga keamanan dan kebersihan. Jasa tenaga kebersihan yang dimaksud mencakup cleaning service untuk sejumlah perkantoran termasuk di antaranya RS Jogja. Alokasi anggaran beberapa paket besarannya beravariasi mulai dari Rp200 juta hingga Rp2,2 miliar.

Lelang pekerjaan jasa saat ini sebagian besar masuk tahap pembuktian kualifikasi dan harus sudah tanda tangan awal 2021 nanti. Sejumlah paket pekerjaan jasa bahkan ada yang memasuki tahap penetapan pemenang seperti belanja jasa pengangkutan sampah di kawasan Malioboro dan Keraton serta belanja kebersihan untuk RS Jogja. Target selesainya lelang pekerjaan fisik 2021 pun dipatok sama yakni rampung pada triwulan satu, dimana kontrak harus sudah ditandatangani, sehingga pengerjaan proyek punya tenggat waktu yang lenggang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Hari Setya Wacana jika pihaknya akan berusaha merampungkan seluruh lelang pekerjaan fisik pada triwulan pertama 2021. Pihaknya tidak ingin pekerjaan fisik tidak lagi menumpuk pada akhir tahun. Hal itu serupa dengan kondisi yang terjadi saat ini, di mana sejumlah proyek masih dalam prosea penuntasan. Jika selesai di triwulan pertama, diadakan emakin banyak pekerjaan yang bisa direalisasikan.