Lumbung Mataraman Bendung Disiapkan Pasok Kebutuhan MBG
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelaksanaan pilihan lurah di 2021 batal menggunakan e-Voting. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan program tersebut urung bisa terlaksana.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M Farkhan mengatakan, meski penyelenggaraan masih di tahun depan, pihaknya mulai mempersiapkan dengan menyusun peraturan bupati yang merupakan turunan dari Perda tentang Lurah. Aturan tersebut menjadi petunjuk teknis dalam penyelenggaraan pilihan lurah di 58 kalurahan.
“Masih dalam proses penyusunan dan mudah-mudahan awal tahun depan sudah jadi,” kata Farkhan saat dihubungi, Selasa (15/12/2020).
Baca juga: Pemerintah Bisa Gratiskan Vaksin Covid-19, Ini Caranya..
Di awal perencanaan, pemkab sempat mewacanakan penggunakan pemilihan dengan model e-Voting. Rencananya ada tiga kalurahan yang mejadi percontohan dalam pilihan lurah serentak. Hanya saja, sambung Farkhan, wacana tersebut urung bisa terlaksana karena terbentur masalah anggaran.
"Kemungkinan besar baru terlaksana di pilihan lurah serentak di 2024. Untuk tahun depan masih menggunakan cara lama,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah membuat kajian berkaitan dengan penerapan e-Voting. Hanya saja, meski baru sebatas percontohan di tiga kalurahan, pelaksanaannya membutuhkan anggaran mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini dikarenakan harus melakukan pengadaan sarana pendukung seperti komputer hingga piranti lainnya. Sedangkan di satu sisi, fokus anggaran milik pemkab di tahun depan masih untuk penanganan masalah corona sehingga pelaksanaan e-Voting belum menjadi prioritas.
“Jadi pilihan secara elektronik belum bisa dilaksanakan di tahun depan,” katanya.
Farkhan menambahkan, untuk persiapan juga sudah mengaloksikan anggaran sekitar Rp3,3 miliar yang dimasukan dalam APBD 2021. Rencananya dana ini diberikan dalam bantuan keuangan khusus untuk menyukseskan penyelenggaraan pilihan lurah di 58 kalurahan.
Baca juga: Pengadaan Dinilai Janggal, KPK Telisik 272 Kontrak Vendor Bansos Kemensos
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan kabar berkaitan dengan gagalnya program e-Voting dalam penyelenggaraan pilihan lurah di tahun depan. Menurut dia, anggota dewan bisa memakluminya karena ada beberapa kendala yang belum bisa diselesaikan. “Banyak kendala sehingga berpengaruh terhadap pelaksanaan. Salah satunya menyangkut sarana prasarana pendukung,” katanya.
Ery mengungkapkan, permasalahan lain juga disebabkan karena keterbatasan anggaran karena fokus pemkab masih untuk penangana wabah corona. “Ini saling berkaitan karena untuk penyiapan sarana prasarana butuh anggaran dan itu yang belum ada. Meski belum siap tahun depan, kami berharap perencaan untuk e-Voting harus terus dijalankan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.
Cara download video Facebook tanpa aplikasi lewat HP atau laptop. Simak langkah menyalin tautan hingga menyimpan video dengan aman.
Yudai Yamamoto ditunjuk memimpin Persija vs Persib di SUGBK. Simak profil, pengalaman, dan rekam jejak wasit asal Jepang ini.