Rapid Test Antigen Berlaku, Banyak Wisatawan Batal Liburan ke Jogja

Ilustrasi - Harian Jogja/Desi Suryanto
19 Desember 2020 06:47 WIB Hery Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kewajiban rapid test antigen bagi para pelaku perjalanan, termasuk wisatawan, berdampak besar pada bisnis perhotelan. Tak sedikit calon wisatawan yang membatalkan rencana liburannya ke Jogja.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid - 19 Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Pemkot Jogja mengikuti aturan Pemda DIY mengenai kewajiban rapid test antigen.

“Sebenarnya juga moda transportasi umum sudah menjalankan itu,” ujar Heroe yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jogja, Jumat (18/12/2020).

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengungkapkan, reservasi hotel periode 20 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021 mengalami penurunan. “Dari 42% turun jadi 25%,” katanya.

Dia menilai kebijakan yang dikeluarkan pusat itu mendadak. Kewajiban melakukan rapid test antigen memaksa calon wisatawan harus menimbang ulang rencananya untuk berwisata ke Jogja. Kondisi itu, kata Deddy, makin menyulitkan industri hotel dan resto yang terengah-engah dihantam pandemi Covid - 19.

Namun begitu, masih ada harapan dari kebijakan Pemprov DIY yang melarang aparatur sipil negara (ASN) pergi ke luar daerah. Deddy meminta kepada Gubernur DIY mewajibkan ASN untuk berlibur maupun menginap di hotel di wilaya DIY saja. Dalam kosa kota kekinian, model liburan jarak dekat itu biasa disebut staycation.

“Khusus DIY yang melarang ASN keluar daerah, kami memohon kepada Gubernur bisa mewajibkan ASN untuk tinggal di hotel dan makan di resto di DIY yang telah terverifikasi prokes dan punya Sertifikat Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Ramah Lingkungan [CHSE]. Terutama di hotel bintang dua ke bawah dan non-bintang agar kami bisa terisi lagi setelah banyak reservasi yang batal,” ucapnya.

Deddy tak bisa berharap banyak pada musim libur Natal dan Tahun Baru. Pasalnya, kebijakan tersebut turut diikuti oleh wilayah di sekitar DIY. Ambil contoh saja Jawa Tengah yang mewajibkan wisatawan mengantongi hasil rapid test antigen sebelum berlibur. “Ya itu, akses masuk di DIY sudah terbendung. Kami cuma bisa pasrah,” ungkapnya.