Advertisement
Bisnis Ikan Louhan Jadi Pilihan di Tengah Pandemi
Warga Sanggrahan, Umbulrejo, Ponjong, Heri Susanto menunjukan ikan Louhan koleksinya. - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah orang mencoba menyalurkan hobinya, yang juga menjadi penghasilan tambahan. Seperti yang dilakukan warga Sanggrahan, Umbulrejo, Ponjong, Heri Susanto yang mulai mengembangkan usaha Ikan Louhan.
Heri menceritakan sebenarnya memelihara ikan Louhan sudah menjadi hobinya 19 tahun lalu. Namun, karena satu dua hal kesibukan, dia tidak bisa menjalani hobinya itu. Baru di tengah pandemi Covid-19, ini ia mencoba merintis kembali hobinya tersebut menjadi bisnis.
Advertisement
“Sebelumnya pernah juga mencoba bisnis tanaman hias, ayam petarung, burung murai dan yang lain, karena ada pandemi sekarang saya dipaksa untuk di rumah saja selain bekerja, jadi saya ide untuk mengembangkan hobi yang simpel dan ada nilai rupiahnya," ujar Heri, Minggu (20/12/2020).
Baca juga: Kasus Covid-19 di Kulonprogo Naik Jadi 767
Heri yang juga seorang tenaga kesehatan, tahu betul bagaimana protokol yang harus dijalani baik di tempat kerja maupun di rumah. Ia sangat membatasi interaksi dengan pembeli, sehingga untuk penjualan ia memilih sistem Cash On Delivery (COD) atau pengiriman menggunakan jasa kurir.
“Untuk pembeli lokal Gunungkidul saya lebih pilih COD saja karena saya juga harus menjaga orang rumah. Kalau luar daerah saya mending pakai jasa kurir. Pernah ada pembeli luar mau ke rumah, saya tolak dengan baik-baik. Padahal untuk pembeli hampir 70% itu dari luar Gunungkidul,” ucapnya.
Dia mengatakan untuk peminat dari Gunungkidul memang tidak terlalu tinggi. Hal tersebut menurutnya juga jadi keluhan penghobi atau penjual lainnya, namun dikatakannya ada media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas pasar.
Kini dengan usahanya tersebut Heri dapat menghasilkan uang pada kisaran Rp2 juta per bulan. Ia menjelaskan bahwa seberapapun uang yang ia keluarkan untuk perawatan ikan akan terganti berkali-kali lipat.
Baca juga: Hampir Separuh Petahana di Pilurdes Sleman Tumbang
Heri menilai bahwa masyarakat Gunungkidul memiliki jiwa usaha yang tinggi, akan tetapi untuk apresiasi diri dalam penyaluran hobi mereka masih rendah. Ia mengajak pada masyarakat Gunungkidul untuk tidak takut dalam menjalankan apa yang menjadi hobi mereka. Dia juga berharap tahun depan pandemi sudah mereda.
“Jadi untuk masyarakat yang ingin belajar, bisa bersama-sama berbagi ilmu. Terutama untuk pemasaran,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
MAKI Kritik KPK Terkait Pengalihan Penahanan Yaqut Secara Diam-Diam
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kendaraan Masuk Tol Purwomartani Tembus 6.072 Saat Lebaran
- Bonus Miliaran Cair, Atlet Porda di Bantul Kantongi Puluhan Juta
- Kunjungan di Breksi Diperkirakan Tak Seramai Tahun Lalu
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







