34 Desa di Sragen Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan 500 Tangki
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
Puluhan truk pengangkut sampah mengantre untuk menurunkan muatan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Rabu (8/1/2020/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN--Sejak Jumat (18/12/2020) kemarin, Tempat Penampungan Sementara [TPS] Pasar Tempel menerima banyak sekali sampah dari 43 pasar yang ada di Sleman. Sampah-sampah tersebut menumpuk di belakang salah satu komplek kios.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Haris Martapa. Namun begitu, ia memastikan mulai Rabu (23/12/2020), TPST Piyungan sudah kembali dibuka. Sampah-sampah yang sebelumnya menumpuk di Pasar Tempel sudah mulai diangkut ke tempat semestinya.
“TPST Piyungan sudah buka. Rekan-rekan kru truk sudah bisa membuang sampah di sana,” katanya kepada Harianjogja.com.
Ia mengklaim, selama TPST Piyungan tutup tak ada penumpukan sampah di pasar. Semua sampah pasar diangkut ke TPS Pasar Tempel. Butuh sedikitnya dua hari untuk membersihkan TPS Pasar Tempel dan mengembalikan operasional pengangkutan sampah seperti sedia kala.
Terpisah, salah satu petugas kebersihan Pasar Tempel bernama Naryo menuturkan, penampungan sampah di TPS Pasar Tempel dilakukan karena kapasitas TPS di pasar lainnya terbatas. Di saat yang sama, TPST Piyungan yang semestinya jadi lokasi pembuangan akhir masih disegel warga setempat.
“Yang di pasar-pasar itu tetap diambil dan diangkut. Setiap harinya seperti itu. Daripada mbludak di pasar. Kalau satu atau dua hari di pasar itu kan tidak muat. Paling tidak ya dua atau tiga diambil dari 43 pasar di seluruh Sleman,” ujar Naryo kepada Harian Jogja.
Seluruh pasar itu dilayani oleh lima armada yang terbagi dalam lima wilayah kerja. Kata Naryo, tiap armada bisa mengangkut 6 sampai 7 ton sampah setiap hari. Jika dikalikan dengan total lima armada, maka jumlah sampah yang menumpuk di TPS Pasar Tempel selama hampir lima hari penutupan TPST Piyungan kira-kira seberat 240 ton.
Berdasarkan pantuan Harian Jogja pada pukul 12.30 WIB, sampah-sampah itu ditimbun TPS Pasar Tempel yang berlokasi di salah satu sudut pasar. Lebih tepatnya berada di balik deretan kios sisi utara.
Jika sampah-sampah tersebut sudah bisa diangkut seluruhnya ke TPST Piyungan, TPS Pasar Tempel dapat beroperasi seperti biasanya. Hanya melayani sampah yang berasal dari pedagang maupun aktivitas sampah sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
Konkurs Perkutut Piala Paku Alam X di Bantul diikuti 294 peserta dari berbagai daerah, dorong pelestarian budaya dan pariwisata DIY.
Keroncong Plesiran ke-10 di Prambanan sukses menarik ribuan penonton meski diguyur hujan, tampilkan kolaborasi lintas genre dan generasi.
Kebo bule Keraton Solo geladi kirab Malam 1 Sura. Beberapa kerbau sempat ngambek karena berahi dan kerumunan warga.
Presiden Prabowo bahas lonjakan investasi asing usai lawatan luar negeri, pemerintah siap buka data ke publik.
Megawati Soekarnoputri ziarah ke makam Bung Karno di Blitar, momen refleksi nilai perjuangan dan Pancasila.