Hanya Bisa Diakses Online, Kartu Prakerja Kurang Menyentuh Warga di Wilayah Blank Spot

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
23 Desember 2020 04:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gunungkidul berharap jika Program Kartu Prakerja dilanjutkan, bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Ketua SPSI Gunungkidul, Agus Santoso mengatakan saat ini tidak semua pekerja terdampak pandemi memahami teknologi internet. Kendala tersebut ditambah dengan proses dan tahapan panjang yang harus dilalui oleh peserta sehingga membuat program prakerja kurang begitu efektif.

“Terpenting program prakerja bisa bermanfaat selama pandemi Covid-19, sembari warga menunggu peluang yang akan datang,” kata Agus, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Curi Perhiasan dan Uang Dolar Majikan, Pekerja Rumah Tangga di Sleman Beli Mobil

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan informasi dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI, program kartu prakerja 2021 akan kembali dibuka dan menyasar pendaftar baru.

Tujuan dari Kartu Prakerja ini sendiri ditegaskannya untuk membantu masyarakat terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau terdampak mata pencahariannya akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Kecelakaan di Bantul Rata-Rata Pukul 06.00-12.00

“Tahun ini pelaksanaan program kartu prakerja dilaksanakan hingga gelombang 11. Saat ini total ada 17.961 peserta sudah mengakses program kartu prakerja,” ucapnya.

Dengan ikut program tersebut, masing-masing peserta mendapatkan pelatihan, kemudian uang insentif Rp600.000 untuk empat bulan, dan uang survei kerja Rp150.000.

Meski diakui tidak memiliki data pasti sebaran wilayah peserta program, pihaknya meyakini sebaran berada di luar wilayah blank spot. Karena pendaftaran dilakukan secara daring, secara otomatis jaringan internet sangat penting.