Capai 2.598 Kasus, Pasien Positif Covid-19 di Bantul Bertambah 26 Orang

Ilustrasi. - Freepik
24 Desember 2020 07:57 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Pasien konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam 24 jam terakhir bertambah 26 orang, sehingga total per Rabu ini menjadi 2.598 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul dalam keterangan resminya, Rabu malam, mengatakan tambahan kasus positif itu berasal dari Kecamatan Jetis tujuh orang, kemudian Kecamatan Pajangan empat orang, dan Banguntapan tiga orang.

Selanjutnya dari Kecamatan Imogiri tiga orang, Pleret tiga orang, sisanya dari Kecamatan Pundong dua orang, Kecamatan Kasihan dua orang, dan dari Kecamatan Pandak dan Dlingo masing-masing satu orang.

BACA JUGA : Kontak Erat dengan Pasien Positif Covid-19, 51 ASN di Bantul

Sementara untuk kasus konfirmasi COVID-19 yang sembuh di Bantul bertambah 13 orang berasal dari Kecamatan Sewon empat orang, Banguntapan tiga orang, Kasihan tiga orang, kemudian Kecamatan Pleret dua orang, dan Piyungan satu orang.

Sehingga total angka kesembuhan dari paparan COVID-19 di Bantul secara akumulasi hingga saat ini sebanyak 2.075 orang.

Sedangkan untuk pasien positif COVID-19 yang meninggal terjadi penambahan tiga orang, berasal dari Kecamatan Bantul dua orang, Sewon satu orang, sehingga total kasus meninggal sebanyak 75 orang.

Dengan demikian, pasien positif COVID-19 domisili Bantul yang masih menjalani isolasi dan perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan sebanyak 448 orang.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul Helmi Jamharis mengatakan bagi pelaku perjalanan yang akan melaksanakan kunjungan ke Bantul selama libur Natal dan Tahun Baru, harus disertai dengan dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan dari hasil negatif rapid test, rapid test antigen maupun PCR swab.

BACA JUGA : Ini Update Covid-19 Terbaru di Bantul

"Dan kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu melaksanakan pola bersih hidup dan sehat, paling tidak dengan kegiatan rutin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, memakai masker dan menghindari kerumunan dan menjaga jarak fisik," katanya.

Helmi juga mengajak semua masyarakat menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi sehingga warga masyarakat tetap dalam kondisi sehat, dan perkembangan COVID-19 di Bantul dapat dikendalikan.

Sumber : Antara