Wali Kota Haryadi Suyuti: Jogja Terbuka untuk Wisatawan, Tapi Prokes Harus Terjaga

Walikota Jogja Haryadi Suyuti (baju biru muda) sedang memantau pelayanan penumpang terkait penerapan prokes dan surat rapid tes antigen di Stasiun Tugu Jogja pada Kamis (24/12/2020). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
25 Desember 2020 05:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Dalam tinjauan di Stasiun Tugu Jogja, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengapresiasi penerapan protokol kesehatan (prokes) dan pelayanan pada penumpang. Kunjungan Haryadi itu dalam rangka memastikan kelancaran pelayanan kereta api. Ia meninjau Stasiun Tugu dari pintu kedatangan penumpang, ruang tunggu, sampai tempat rapid tes antigen.

“Apresiasi saya pada teman-teman kereta api yang telah melaksanakan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga informasi ini tidak menjadi kesulitan baru bagi masyarakat yang ingin ke Jogja. Tidak perlu cancel [untuk berkunjung ke Jogja], kecuali sakit,” kata Haryadi usai tinjauan di Stasiun Tugu pada Kamis (24/12/2020).

Stasiun Tugu menjadi tinjauan lantaran banyak masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api. Haryadi melihat dalam sepekan terakhir, mulai banyak wisatawan yang datang ke Jogja. “Kita enggak tetutup, kita terbuka untuk wisatawan. Bahasa saya please welcome, tapi prokes harus terjaga,” kata Haryadi.

Baca juga: Apakah Vaksin Covid-19 Aman untuk Ibu Hamil? Ini Kata Peneliti

Selain menerapkan prokes, Haryadi juga meminta para penumpang baik yang masuk atau keluar Jogja membawa hasil rapid tes antigen atau PCR dengan hasil negatif. “Apabila Kartu Tanda Penduduk itu identitas diri, hasil tes rapid antigen atau PCR itu identitas kesehatan,” kata Haryadi.

Haryadi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan prokes dan rapid tes antigen atau PCR sebagai beban dalam sebuah perjalanan. Tapi menjadikan hal itu sebagai gaya hidup. “Mau perjalanan, mau masuk atau keluar [Jogja], jadikan jaga kesehatan sebagai life style baru kita,” kata Haryadi.

Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta, Asdo Artriviyanto berkomitmen menerapkan prokes dan pengecekan surat rapid tes antigen bagi para penumpang. Sebagai penyedia sarana transportasi, pihak kereta api akan menjamin pelanggan mendapat pelayanan yang aman, lancar, dan sehat.

Baca juga: Libur Natal 2020, KAI Berangkatkan 195.300 Penumpang

“Di boarding, kami cek juga syarat tes antigen untuk penumpang jarak jauh. Penumpang lokal hanya pengecekan masker,” kata Asdo.

Bagi penumpang yang melakukan perjalanan jarak jauh, pihak kereta api akan memberikan face shield. Dalam perjalanan, tiga jam sekali petugas juga akan mengecek suhu penumpang. “Jika ada yang lebih dari 37,3 derajat, ada ruangan khusus untuk isolasi sampai di stasiun besar di kesempatan pertama. Nantinya akan ada pihak kesehatan yang menangani,” kata Asdo.

Untuk memudahkan penumpang dalam bepergian, pihak Stasiun Tugu membuka layanan rapid tes antigen. Layanan beroperasi dari pukul 07.00 sampai 20.30 WIB. Harga sekali tes yaitu Rp105.000. “Semoga kebijakan [rapid tes antigen untuk wisatawan] ini tidak mengurangi animo atau keinginan masyarakat untuk menggunakan kereta api,” kata Asdo.

Pada tanggal 24 Desember 2020, total keberangkatan penumpang dari Stasiun Tugu sebanyak 3.246 orang. Khusus untuk penumpang dari dan menuju Jakarta total 6.256 orang.