Kasus Corona Masih Tinggi, Homestay Nglanggeran Batal Dibuka

Panorama dari atas bukit Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. - IG @Jperangin
26 Desember 2020 06:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pengelola wisata di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran di Kalurahan Nglanggeran, Patuk mewacanakan pembukaan homestay di akhir tahun. Namun karena pandemi belum usai, rencana itu batal.

Anggota Pokdarwis Gunung Api Purba Nglanggeran, Heru Purwanto mengatakan sektor wisata di Nglanggeran saat ini mulai menggeliat. “Tingkat kunjungan mulai meningkat meski belum pulih seperti sebelum pandemi,” kata Heru, Kamis (24/12/2020).

Adanya geliat kunjungan wisatawan ini, pengelola sempat mewacanakan membuka kembali homestay di akhir tahun. Hanya, rencana ini batal terlaksana karena beberapa pertimbangan, salah satunya penyebaran virus Corona. “Batal dioperasikan kembali dan untuk kebijakan lanjutan masih menunggu rekomendasi dari gugus tugas,” katanya.

Heru menambahkan meski usaha homestay belum dijalankan para pengunjung masih bisa menikmati suasana di kawasan gunung api purba pada saat malam hari dengan camping. Hanya, kegiatan ini juga dibatasi karena masih berlangsung setiap Sabtu dan Minggu. “Di dua hari ini kami buka 24 jam. Untuk Senin-Jumat operasional buka pukul 07.00 WIB-17.00 WIB,” ungkapnya.

Untuk pelaksanaan kemah di akhir pekan, pengelola mewajibkan pengunjung mematuhi protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid1-9. Salah satunya, setiap tenda hanya diisi oleh satu orang. Kebijakan ini dibuat sebagai upaya menjaga jarak sehingga mata rantai penyebaran virus bisa diputus. “Tentunya juga wajib memakai masker. Kami juga mengimbau agar wisatawan membawa perlengkapan sendiri,” katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan untuk jam operasional di kawasan wisata Gunung Api Purba tetap dibatasi. Meski demikian, pengunjung bisa mengalihkan kunjungan ke kawasan pantai saat malam pergantian tahun karena dibuka selama 24 jam. “Kawasan pantai tetap buka di malam hari,” katanya.

Meski demikian, didalam pelaksanaan wisatawan diwajibkan mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan sering cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir.