Ikuti Misa, Jemaat Wajib Bawa Tiket Khusus

Ketua Panitia Natal 2020 Gereja Santa Maria Bunda Penasehat Baik Wates, Natalia Windarto menunjukkan kartu yang wajib dibawa jemaat untuk mengikuti misa, Jumat (25/12/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
26 Desember 2020 06:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Berbagai cara dilakukan pengelola gereja di Kulonprogo untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, terutama mengantisipasi kerumunan jemaat saat Misa Natal 2020, Jumat (25/12). Di Gereja Santa Maria Bunda Penasehat Baik Wates misalnya, ada syarat khusus bagi jemaat yang ingin mengikuti peribadatan, yakni wajib membawa kartu khusus yang sebelumnya diberikan pihak gereja.

Kartu misa ini semacam tiket untuk mengikuti misa. Jika tidak memilikinya, jemaat tidak boleh ikut ibadah. "Kalau tidak punya kartu ini tidak boleh masuk," kata Natalia Windarto, Ketua Panitia Natal 2020 Gereja Santa Maria Bunda Penasehat Baik Wates saat ditemui Harian Jogja di sela-sela misa, Jumat.

Perempuan yang didapuk sebagai Ketua Satgas Covid-19 Gereja Santa Maria Bunda Penasehat Baik Wates ini mengatakan kartu misa itu dibuat untuk membatasi jumlah jemaat sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

Beberapa hari sebelum misa, panitia mendata dan membagikan kartu misa kepada sekitar 1.000 jemaat umat paroki gereja tersebut. Di luar itu tidak dimasukkan data. Untuk pemudik tetap bisa mengikuti misa dengan syarat mendaftar terlebih dulu maksimal 18 Desember 2020. Pemudik juga wajib menunjukkan hasil rapid test terbaru. Dalam pelaksanaannya, panitia membagi jemaat ke dalam tiga sesi, dengan jumlah jemaat tiap sesi masing-masing 300 orang.

Untuk tempat duduk, pihak gereja juga mengaturnya dengan nomor kursi. Jemaat diberikan kartu nomor kursi kemudian menulis daftar hadir. Mereka harus duduk sesuai nomor dan tak boleh ganti. Hal ini untuk memudahkan proses tracing jika ditemukan ada jemaat yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Salah satu jemaat, Veronika Pramuni mengaku senang dengan penerapan protokol kesehatan selama pelaksanaan misa. "Saya senang karena dengan cara ini ibadah tatap muka tetap bisa terlaksana tanpa harus khawatir tertular Covid-19," ujarnya.