DIY Bertahap Terapkan Revisi 5, Tidak Semua Kontak Erat Positif Covid-19 Diuji Swab

Petugas medis melakukan rapid tes antigen COVID-19 kepada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (21/12/2020). - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
27 Desember 2020 18:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Mengacu pada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Revisi 5, tidak semua kontak erat kasus positif dites swab, melainkan hanya kontak erat yang bergejala saja.

“Sesuai pedoman revisi lima memang begitu,” kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, Minggu (27/12/2020).

Baca juga: Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Rumah Sakit, 14 Orang Diamankan Polisi

Di DIY, ia mengakui tidak mengadopsi pedoman tersebut secara langsung, terutama pada poin swab untuk kontak erat ini. Sehingga sejauh ini, kontak erat masih dites swab meski tidak bergejala. Meski demikian, secara bertahap, di DIY, kontak erat tak bergejala tidak dites swab.

Dengan tidak diswab, maka seluruh kontak erat diwajibkan isolasi mandiri. Untuk itu, dalam mengadopsi pedoman ini kata dia, perlu ditingkatkan kualitas pemantauan isolasi mandiri pada kontak erat. “Kami baru memulainya bertahap,” ungkapnya.

Kasus Positif Tambah 183 Orang

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 183 penambahan kasus positif pada Minggu (27/12/2020). Bantul mendominasi penambahan sebanyak 73 kasus. Sementara sebanyak 149 kasus dinyatakan sembuh dan tiga kasus meninggal. Total kasus positif DIY tembuh 11.000.

Berty Murtiningsih menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 30 kasus, Bantul 73 kasus, Kulonprogo 5 kasus, Gunungkidul 34 kasus dan Sleman 41 kasus.

Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif 96 kasus, periksa mandiri 40 kasus, kontak dengan kasus positif luar DIY 1 kasus, skrining karyawan kesehatan 5 kasus dan belum ada keterangan 41 kasus. “Dari pemeriksaan pada 783 sampel dari 759 orang,” ujarnya.

Tiga kasus meninggal meliputi Kasus 8.297, perempuan 71 tahun, Kota Jogja; Kasus 8.662, perempuan 62 tahun, Kota Jogja; kasus 9.412, laki-laki 49 tahun, Sleman. Adapun 149 kasus sembuh belum ada keterangan domisili dan usia.

Dengan penambahan ini, maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 11.110 kasus, dengan rincian 3.559 kasus aktif, 7.316 kasus sembuh dan 235 kasus meninggal.