Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tangkapan layar komplotan geng remaja Kulonprogo yang viral di media sosial. /@facebook.
Harianjogja.com, WATES—Sebuah video dengan durasi 23 detik yang memperlihatkan aksi arogan belasan remaja dengan membawa senjata tajam jenis celurit dan gir beredar di linimasa akhir-akhir ini. Sekelompok geng yang lazim disebut klithih ini diketahui merupakan sekumpulan remaja asal Kulonprogo yang sedang mencari sasaran di jalanan.
Dalam video berdurasi 23 detik itu memperlihatkan beberapa pengendara sepeda motor mengacung-acungkan celurit, botol, dan menyeret gir sampai menimbulkan percikan api. Tampak kelompok bandit remaja ini memenuhi seluruh badan jalan yang berada di kawasan Jembatan Srandakan atau perbatasan antara Bantul dan Kulonprogo.
BACA JUGA : Berantas Klithih, Polres Kulonprogo Bentuk The Cops
Mereka menaiki motornya dengan cara zigzag sembari terus membunyikan klakson di sepanjang jalan dan berteriak seolah sedang mencari sasaran para pengguna jalan lewat. Video tersebut mengundang emosi warganet dan meminta aparat kepolisian meringkus semua pelaku demi mencipatakan suasana aman bagi pengguna jalan.
Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jefri saat diminta konfirmasi membenarkan bahwa aksi geng remaja yang videonya viral tersebut merupakan warga Kulonprogo. Setelah video itu viral, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan diperoleh informasi terkait identitas pengendara berdasarkan plat nomor yang terlihat di dalam video.
BACA JUGA : Klithih Bikin Resah, Pengendara Ojol di Kulonprogo Dilatih
“Selanjutnya dilakukan pelacakan pemilik kendaraan untuk mengetahui siapa pemakai sepeda motor tersebut,” katanya Minggu (27/12/2020).
Adapun remaja yang terlibat dalam video itu berjumlah 12 orang yang seluruhnya merupakan warga Kulonprogo. "Kami sudah mendata para pelaku dalam video termasuk sepeda motor mereka,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.