Berantas Klithih, Polres Kulonprogo Bentuk The Cops Menargetkan Anak Nongkrong

Ilustrasi - Harian Jogja/Lugas Subarkah
04 Februari 2020 18:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Polres Kulonpogo membentuk tim khusus bernama The Cops untuk mengantisipasi kejahatan jalanan atau klithih yang kian marak dan meresahkan masyarakat. Tim yang berisi personel dari unit Sabhara itu bertugas memantau sekaligus menindak klithih.

“Kami sudah punya The Cops, yang bertugas berpatroli malam hari, sasarannya anak-anak muda dan kerumunan yang nongkrong tanpa tujuan yang jelas,” ujar Kapolres Kulonpogo AKBP Tartono lewat sambungan telepon kepada Harian Jogja, Selasa (4/2/2029).

Tartono menjelaskan jajaran The Cops tidak hanya diisi oleh polisi laki-laki, tapi juga polwan yang khusus mengimbau para perempuan yang kedapatan nongkrong sampai malam hari tanpa alasan yang jelas untuk lekas pulang.

Di Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo, sejumlah orang dilaporkan menjadi korban pembacokan oleh kawanan tak dikenal, Sabtu (1/2/2020) malam. Beberapa korban mengaku ditodong dengan senapan angin.

Dari informasi yang dihimpun Harian Jogja, pelaku pembacokan di Nanggulan berjenis kelamin pria, berjumlah tiga orang, mengenakan penutup kepala, mengendarai motor Honda Vario warna putih dan membawa dua bilah pedang serta sebuah senapan angin.

Aksi barbar oleh kawanan itu dilakukan sebanyak dua kali di dua lokasi di Kapanewon Nanggulan dengan rentang waktu kurang dari satu jam. Aksi pertama dilaporkan terjadi pukul 19.30 WIB di Dusun Ngemplak, Kalurahan Kembang dengan korban bernama Marsudi, 45, warga Dusun Grubuk, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan.

Marsudi yang hendak memancing di Sungai Progo ditendang dari sepeda motor oleh tiga orang pria berpakaian serba hitam dengan penutup kepala. Korban lantas dibacok menggunakan pedang dan sempat ditodong senapan angin.

“Saya melihat ada pengendara motor terjatuh, terus ada yang mencoba membacok, awalnya saya kira cuma bercanda,” ujar salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, Cifi Aquarius Santoso, 20, saat ditemui Sabtu malam.

Cifi mengatakan seusai membacok Marsudi, para pelaku kabur ke arah timur. Sementara korban berhasil menyelamatkan diri meski menderita luka di kepala dan pergelangan tangan.

Marsudi kemudian dilarikan ke PKU Muhammadiyah Kenteng, Nanggulan. Karena luka di bagian kepala cukup dalam hingga membuat tengkorak retak, Marsudi dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Jogja.

Adapun untuk aksi kedua terjadi pukul 20.00 WIB di Dusun Krinjing Kidul, Kelurahan Jatisarono dengan korban bernama Muhammad Apriyadi, 22, warga setempat. Apriyadi mengalami luka bacok di tangan kanan. Setelah dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Kenteng, korban diperbolehkan pulang.

Ditemui di RSU PKU Muhammadiyah Kenteng, Sabtu malam, Apriyadi menceritakan peristiwa pembacokan bermula saat dirinya hendak ke warung untuk membeli rokok. Dalam perjalanan Apriyadi bertemu kawan satu desanya Yulius Erik, 28, bersama dengan teman wanitanya, Rina Ernawati. “Saat kami ngobrol, muncul tiga orang menggunakan motor dan langsung membacok kemudian kabur," ujar Apriyadi.

Dalam aksi tersebut, para pelaku berupaya membacok Erik namun gagal. Pedang mengenai ikat pinggang sehingga Erik tak menderita luka. Sedangkan Erna ditodong dengan senapan angin.