Klithih Bikin Resah, Pengendara Ojol di Kulonprogo Dilatih Cara Hadapi Kejahatan Jalanan

Paguyuban Ojek Online Kulonpogo saat berfoto bersama dengan jajaran Polres, Dishub dan Dispar Kulonpogo, di Dapur Semar, Kapanewon Wates, Jumat (7/2/2020). - Harian Jogja/ Jalu Rahman Dewantara
08 Februari 2020 01:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Aksi kejahatan jalanan yang marak terjadi di DIY beberapa hari terakhir meresahkan banyak pihak. Tidak hanya masyarakat umum, tapi juga para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Paguyuban Ojek Online Kulonpogo atau disingkat GBKP.

Keresahan tersebut mereka tumpahkan dalam diskusi bertajuk ojol Kulonprogo siap jadi pelopor keselamatan berlalulintas dan menciptakan stabilitas keamanan yang digelar di Rumah Makan Dapur Semar, Kapanewon Wates, Jumat (7/2/2020). Dalam acara itu turut dihadiri jajaran Polres, Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata setempat.

Ketua GBKP, Wawan Hermanto, mengatakan kejahatan jalanan yang dilakukan para geng klitih beberapa hari terakhir sangat meresahkan pihaknya. Hal itu diperparah dengan penyebaran informasi palsu atau berita hoaks terkait isu tersebut.

"Itu menambah kekhawatiran kami, oleh karenanya kami berupaya kerasa agar penyebaran berita hoaks diminimalisir, kami juga mendorong kepolisian khususnya Polres Kulonpogo, mengungkap kasus-kasus kejahatan lain seperti curat dan curanmor," ujar Wawan usai acara, Jumat sore.

Kekhawatiran itu setidaknya bisa tereduksi dengan adanya kegiatan diskusi ini. Anggota paguyuban yang hadir diberi sosialisasi tentang kiat-kiat pelaporan cepat jika ditemui adanya tindak kejahatan melalui aplikasi Alarm Warga Kulonpogo (Alwaku). Aplikasi bikinan Polres Kulonpogo itu memungkinkan segala tindak kejahatan bisa langsung ditangani oleh petugas kepolisian.

"Kita dapat pencerahan dan bimbingan baik dari polres maupun dinas terkait. Apalagi tadi ada sosialisasi Alwaku, itu sangat mendukung kegiatan kami di jalanan. Seperti diketahui kerja kami tak terpatok waktu. Kadang sampai malam hari. Sehingga berisiko. Dengan adanya Alwaku kita sangat dukung sekali. Ini akan segera kami sosialisasikan ke anggota lain," ujarnya.

Kapolres Kulonpogo, AKBP Tartono mengatakan kejahatan jalanan memang menjadi isu hangat dalam beberapa pekan terakhir. Oleh karena itu perlu menjadi perhatian semua pihak. Para pengguna jalan setidaknya bisa mengantisipasi timbulnya aksi klithih dengan santun berkendara.

Menurut Tartono, salah satu pemicu timbulnya kejahatan jalan karena adanya gesekan antar sesama pengendara. Dari situ salah satu pihak dapat merasa sakit hati sehingga nekat melakukan tindakan di luar norma.

"Kalau di kulonprogo, kejahatan jalanan Alhamdulillah kondusif. Setiap malam kami lakukan patroli. Setiap ada kegiatan anak muda kami gabung ke situ kami tanyakan sedang ngapain, barangkali ada yang bisa dibantu oleh kepolisian," ucapnya.