Desakan Jogja PSBB Makin Menguat

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
29 Desember 2020 18:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA---Kasus harian DIY kembali pecah rekor pada Selasa (29/12/2020) sebanyak 282 kasus. Menjelang malam tahun baru yang diperkirakan Jogja masih akan diserbu wisatawan, wacana pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kian menguat. DPRD DIY telah sepakat Pemda DIY mengambil langkah tegas.

Selasa (29/12/2020), DPRD DIY menggelar rapat dengan menghadirkan Pemda DIY termasuk Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, untuk menyampaikan usulan langkah tegas yang harus segera diambil Pemda DIY menjelang libur akhir tahun.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, mengatakan seluruh fraksi dan komisi di DPRD DIY telah menyepakati mengusulkan langkah tegas dari Pemda DIY untuk dua hal, yakni pembatasan pergerakan manusia dan penambahan kapasitas rumah sakit.

“Seberapa pun kapasitas disiapkan, kalau tidak ada pembatasan pergerakan manusia tetap tidak akan cukup. Sehebat apapun kita, kami mesti menyampaikan opsi, selama kenaikan 200-an mesti ada opsi pembatasan pergerakan manusia. Protokol kesehatan saja tidak cukup,” katanya.

Menurutnya yang diperlukan DIY saat ini adalah ketegasan langkah, karena menurutnya berbagai instruksi sudah dikeluarkan Gubernur dan petugas di lapangan juga sudah kelelahan bahkan banyak yang ikut terpapar covid-19.

“Objek wisata menjadi sumber kerumunan, kalau tidak mampu lakukan pembatasan lebih baik ditutup. Tahun baruan dari tv, handphone lebih aman. Yang diperlukan saat ini ketegasan langkah. Gugus Tugas silakan pikirkan opsi pembatasan pergerakan masnusia terutama waktu tahun baru besok,” ujarnya.

BACA JUGA: Pesan Presiden Jokowi, BLT Tahun Depan Hanya untuk Beli Pangan

Ia menjelaskan dalam kondisi normal, penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan masih bisa dilakukan, namun dalam kondisi seramai seperti pada libur Natal kemarin, petugas di lapangan sudah tidak mungkin mengontrol karena jumlah pengunjung puluhan kali lipat lebih banyak.

Kedua, pihaknya mendesak penambahan kapasitas rumah sakit baik kamar tidur maupun tenaga kesehatan. “Ini untuk njagani kasus yang kemaren-kemaren. Kalau yang akan datang kita ga ngerti. Makanya jangan sampai terjadi lonjakan kasus. Kalau ada kurang anggaran ambil BTT [Belanja Tak Terduga], kalau kurang relokasi,” ungkapnya.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan untuk meningkatkan jumlah dokter dan perawat, Pemda DIY bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi kesehatan, dengan membiayai mahasiswanya yang sedang melakukan koas, residensi atau SP2, dengan kualifikasi yang ditentukan Gugus Tugas.

“Dengan perpanjan status tanggap darurat per Janiari 2021, Pemda bisa gunakan BTT Rp62 miliar. Pertanyaannya apakah refocusing 2021 per januari sudah dirancang rencana operasinya belum?” ungkapnuya.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mnuturkan kebijakan syarat antigen dan penutupan Tugu hingga Malioboro jika jadi, merupakan salah satu cara pembatasan pergerakan manusia. Untuk opsi PSBB, Gugus Tugas akan lakukan rapat pada Rabu (30/12/2020) pagi.

“Yang kita belum punya rumus pembatasan dari Magelang masuk ke Jogja. Dibatasi, mencari tempat lain [untuk masuk]. Ini kita harus cari strategi. Masukan sudah cukup banyak, besok pagi akan rapat di Bappeda [Badan Perencanaan Pembangunan Daerah] untuk tindak lanjuti,” katanya.