Bulog Luncurkan BerasKita, Beras SPHP Berganti Nama 20 Oktober
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
Ketua Kampung Ngadiwinatan Edy Suryana (baju hijau) berada di kebun gizi yang membudidayakan sayur, tanaman obat, lele, ikan nila, dan jamur tiram pada Minggu (3/1/2020). /Harian Jogja- Sirojul Khafid.
Harianjogja.com, NGAMPILAN – Kelompok Tani Ngudi Manunggal Kampung Ngadiwinatan ubah tempat penampungan sampah menjadi kebun gizi. Adanya kebun gizi yang memberdayakan sayur, buah, tanaman obat, ikan nila, lele, dan jamur tiram ini untuk mendukung ketahanan pangan wilayah secara mandiri.
Menurut Ketua Kampung Ngadiwinatan Edy Suryana, hasil dari kebun gizi yang berada di tanah milik Detasemen Kesehatan Wilayah 04.04.02 ini untuk mendukung dapur ibu dalam mencukupi gizi balita. Beberapa jenis budidaya di kebun gizi merupakan akumulasi dari pelatihan-pelatihan yang diadakan kampung dan kelurahan.
BACA JUGA : Pemkot Ingatkan Warga Jogja soal Kiamat Sampah
“Pengelola merupakan lulusan dari pelatihan-pelatihan yang diadakan kelurahan atau kampung,” kata Edy yang ditemui di kebun gizi pada Minggu (3/1/2020).
Secara distribusi, hasil panen akan terlebih dahulu ditawarkan pada anggota kelompok. Apabila anggota kelompok telah tercukupi, maka pemasaran akan melebar ke wilayah kampung. Apabila wilayah kampung sudah terpenuhi, maka berlanjut ke tingkat kelurahan dan seterusnya.
“Harga sangat bersaing dengan pasar tradisional pada umumnya. Misalnya lele, perkilo dari kami ke anggota harganya Rp18.000, harga untuk warga Rp20.000. Sementara di pasar umum harganya bisa Rp24.000 sampai Rp25.000,” kata Edy.
BACA JUGA : Sampah Tak Terangkut 4 Hari, TPST Piyungan Akan Dibuka
Untuk waktu panen, sayuran seperti sawi butuh waktu sekitar satu bulan. Sementara untuk lele bisa dipanen setelah dua bulan dan ikan nila setelah tiga bulan. Khusus untuk jamur tiram, setiap hari pengelola bisa menanen, walaupun dengan hasil hanya setengah kilo dari 120 slot. Dalam sebulan, hasil penjualan bisa mencapai Rp200.000.
“Bukan masalah profit, tapi memberdayakan masyarakaat, termasuk untuk daya tarik warga yang suka menanam,” kata Edy.
“Selain itu untuk ajang silaturahmi warga juga bisa.”
Kebun gizi yang telah berjalan sejak awal pandemi Covid-19 ini tidak menggunakan zat kimia dalam pengolahannya. Dalam pengairan sayur misalnya, mereka menggunakan air bekas lele sebagai penyubur. Sementara untuk mengusir hama atau penyakit tanaman, pengelola juga membuat obat dengan bahan-bahan alami. Termasuk dalam pembibitan, pengelola kebun gizi tidak lagi menggunakan plastik sebagai pot, namun menggunakan daun pisang.
Ke depannya, Edy berharap kebun gizi Ngadiwinatan bisa lebih berkembang dan melakukan berbagai inovasi. Dia juga berharap anggotanya mendapat pelatihan dari dinas untuk meningkatkan kemampuannya.
BACA JUGA : Penutupan TPST Piyungan Berlarut, Sampah
“Dari pemerintah daerah, kalau kami bisa masuk ke dalam daftar kelompok tani yang ada di kota, mudah-mudahan ada kunjungan atau bantuan kepada kelompok tani agar bisa semakin meningkat,” kata Edy.
“Sehingga tidak bingung seperti anak ayam kehilangan induknya, walaupun potensinya sedikit tapi bisa berkelanjutan. Itu menjadi cita-cita bersama.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
Ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor.
Daftar 15 mobil matic bekas di bawah Rp100 juta per 15 Oktober 2026, mulai Mazda CX-5 Rp55 juta hingga Honda Brio Rp99 juta.
Pemkab Kulon Progo mengalokasikan Rp102,16 miliar untuk pelayanan publik pada 2026, dengan prioritas perbaikan jalan kabupaten, jembatan, irigasi, infrastruktur
Baningsih Tedjokartono mengaku bergabung dengan PSI setelah diminta Jokowi dan berencana maju sebagai caleg pada Pemilu 2029.
Agrinas mengungkap 159 manajer Kopdes Merah Putih mengundurkan diri menjelang operasional serentak 8.000 koperasi desa.