NGUDARASA: Mengintip Genesis Mission, Transformasi Sains Global
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Ketua Kampung Ngadiwinatan Edy Suryana (baju hijau) berada di kebun gizi yang membudidayakan sayur, tanaman obat, lele, ikan nila, dan jamur tiram pada Minggu (3/1/2020). /Harian Jogja- Sirojul Khafid.
Harianjogja.com, NGAMPILAN – Kelompok Tani Ngudi Manunggal Kampung Ngadiwinatan ubah tempat penampungan sampah menjadi kebun gizi. Adanya kebun gizi yang memberdayakan sayur, buah, tanaman obat, ikan nila, lele, dan jamur tiram ini untuk mendukung ketahanan pangan wilayah secara mandiri.
Menurut Ketua Kampung Ngadiwinatan Edy Suryana, hasil dari kebun gizi yang berada di tanah milik Detasemen Kesehatan Wilayah 04.04.02 ini untuk mendukung dapur ibu dalam mencukupi gizi balita. Beberapa jenis budidaya di kebun gizi merupakan akumulasi dari pelatihan-pelatihan yang diadakan kampung dan kelurahan.
BACA JUGA : Pemkot Ingatkan Warga Jogja soal Kiamat Sampah
“Pengelola merupakan lulusan dari pelatihan-pelatihan yang diadakan kelurahan atau kampung,” kata Edy yang ditemui di kebun gizi pada Minggu (3/1/2020).
Secara distribusi, hasil panen akan terlebih dahulu ditawarkan pada anggota kelompok. Apabila anggota kelompok telah tercukupi, maka pemasaran akan melebar ke wilayah kampung. Apabila wilayah kampung sudah terpenuhi, maka berlanjut ke tingkat kelurahan dan seterusnya.
“Harga sangat bersaing dengan pasar tradisional pada umumnya. Misalnya lele, perkilo dari kami ke anggota harganya Rp18.000, harga untuk warga Rp20.000. Sementara di pasar umum harganya bisa Rp24.000 sampai Rp25.000,” kata Edy.
BACA JUGA : Sampah Tak Terangkut 4 Hari, TPST Piyungan Akan Dibuka
Untuk waktu panen, sayuran seperti sawi butuh waktu sekitar satu bulan. Sementara untuk lele bisa dipanen setelah dua bulan dan ikan nila setelah tiga bulan. Khusus untuk jamur tiram, setiap hari pengelola bisa menanen, walaupun dengan hasil hanya setengah kilo dari 120 slot. Dalam sebulan, hasil penjualan bisa mencapai Rp200.000.
“Bukan masalah profit, tapi memberdayakan masyarakaat, termasuk untuk daya tarik warga yang suka menanam,” kata Edy.
“Selain itu untuk ajang silaturahmi warga juga bisa.”
Kebun gizi yang telah berjalan sejak awal pandemi Covid-19 ini tidak menggunakan zat kimia dalam pengolahannya. Dalam pengairan sayur misalnya, mereka menggunakan air bekas lele sebagai penyubur. Sementara untuk mengusir hama atau penyakit tanaman, pengelola juga membuat obat dengan bahan-bahan alami. Termasuk dalam pembibitan, pengelola kebun gizi tidak lagi menggunakan plastik sebagai pot, namun menggunakan daun pisang.
Ke depannya, Edy berharap kebun gizi Ngadiwinatan bisa lebih berkembang dan melakukan berbagai inovasi. Dia juga berharap anggotanya mendapat pelatihan dari dinas untuk meningkatkan kemampuannya.
BACA JUGA : Penutupan TPST Piyungan Berlarut, Sampah
“Dari pemerintah daerah, kalau kami bisa masuk ke dalam daftar kelompok tani yang ada di kota, mudah-mudahan ada kunjungan atau bantuan kepada kelompok tani agar bisa semakin meningkat,” kata Edy.
“Sehingga tidak bingung seperti anak ayam kehilangan induknya, walaupun potensinya sedikit tapi bisa berkelanjutan. Itu menjadi cita-cita bersama.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
PPATK mencatat deposit judi online selama Piala Dunia 2026 mencapai Rp1,02 triliun dalam 6 juta transaksi. Sebanyak 2.815 rekening diblokir sementara.
Daftar harga Samsung Galaxy Watch terbaru di Indonesia mulai Rp899.000 hingga Rp10,499 juta, lengkap dengan tips memilih smartwatch sesuai kebutuhan.
Sri Sultan HB X melantik sembilan pejabat tinggi Pemda DIY dan menegaskan jabatan harus dibuktikan lewat integritas serta kinerja nyata.
Menko Polkam Djamari Chaniago menyebut sejumlah mal diminta membongkar pagar karena persoalan izin. Pemasangan pagar dipastikan bukan terkait isu keamanan Agust
Kejagung menggeledah rumah Don Ritto di Bandung dan menyita sejumlah dokumen terkait penyidikan dugaan korupsi serta TPPU Febrie Adriansyah.