Sampah Tak Terangkut 4 Hari, TPST Piyungan Akan Dibuka Kembali

Puluhan truk pengangkut sampah mengantre untuk menurunkan muatan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Rabu (8/1/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
21 Desember 2020 18:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Setelah ditutup dan tidak beroperasi selama empat hari, Pemda DIY memastikan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan akan kembali dibuka pada Selasa (22/12/2020).

Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Fauzan Umar, menuturkan pada Senin (21/12/2020) pihaknya masih menyelesaikan urukan pasir di dermaga atas. “Insyaalloh besok sudah bisa digunakan untuk membuang sampah,” katanya.

Pengurukan pasir dilakukan agar truk bisa melintasi dermaga tersebut setelah sebelumnya sampah didorong ke tengah dan lintasannya diratakan. Sebelumnya sampah menumpuk di lintasan ini dan tidak bisa didorong ketengah karena kondisi hujan selama beberapa hari.

Dengan dibukanya kemnbali TPST Piyungan, diharapkan sampah yang sempat mangkrak di depo di Sleman, Kota Jogja dan Bantul akibat tidak terangkut selama empat hari ini dapat secara berangsur diangkut ke TPAST Piyungan.

Ia menjelaskan sampah yang masuk TPST Piyungan setiap hari rata-rata sebanyak 600 ton. Dengan tidak terangkutnya sampah selama empat hari, maka beban yang harus diselesaikan TPA Piyungan mencapai setidaknya 1.600 ton. “Dalam keadaan darurat seperti ini kami bisa angkut 700 ton sehari, artinya dalam dua-tiga hari hasrus sudah terangkut semua,” katanya.

Hujan juga mengakibatkan masalah lain yakni membludaknya aliran air di TPST karena tidak bisa terserap 100% ke dalam saluran drainase. “Beda dengan drainase di pinggir jalan itu kan bisa langsung, kalau sampah itu tetap saja bisa keluar,” ujarnya.

Untuk jangka panjang kata dia, Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral perlu mendesain drainase untuk mengakomodir air yang belum bisa masuk ke drainase saat ini. Menurutnya, yang terpenting yakni akan diarahkan kemana aliran itu, karena di sekitar TPST Piyungan dikelilingi kawasan permukiman.

Hal senada juga dikatakan Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji. Ia melihat hujan mengakibatkan air di TPST Piyungan mengalir kemana-mana. “Tentu harus ada penanganan dari sisi pembuangan air. Kalau sudah teratasi, mudah-mudahan walaupun hujan tetap bisa [membuang sampah],” ungkapnya.