6.326 Nakes di Bantul Diusulkan Dapat Vaksin Covid-19

Ilustrasi. - Reuters
04 Januari 2021 20:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan Bantul telah mengusulkan sebanyak 6.326 tenaga kesehatan (Nakes) mendapat perioritas utama dalam proses imunisasi Covid-19 tahap pertama tahun ini.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, Abednego Dani Nugroho mengatakan jumlah 6.326 nakes yang diusulkan ke pusat untuk mendapat perioritas imunisasi Covid-19 tersebut adalah keseluruhan nakes yanga da di Bantul.

BACA JUGA: Abu Bakar Ba'asyir Bakal Bebas Jumat Pekan Ini

Jumlah nakes tersebut nantinya akan diverifikasi kembali oleh Pemerintah Pusat apakah meneuhi syarat semua atau tidak. “Nanti saat akan divaksin akan dilakukan screening lagi,” kata Abednego, Senin (4/1/2021).

Screening dilakukan karena tidak semua nakes mendapatkan vaksin terutama bagi nakes yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Abednego belum mengetahu pasti kapan datangnya vaksin Covid-19 di Bantul berikut jumlah jatah vaksin. Namun untuk tahap pertama, dia memstikan akan dikhususkan bagi tenaga kesehatan.

“Tahap dua nanti [vaksin Covid-19] untuk pelayanan publik dan lanjut usia lebih dari 60 tahun,” ucap Abednego.

Sementara untuk layanan kesehatan, Abednego, sebelumnya menyatakan semua puskesmas di Bantul dan dua rumah sakit milik pemerintah siap melayani imunisasi Covid-19 ketika vaksin sudah tiba di Bantul. Dua rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Hardjolukito.

Selain rumah sakit milik pemerintah dan puskesmas, Dinas Kesehatan juga akan mengusulkan rumah sakit swasta untuk dapat melayani imunisasi Covid-19. Namun rumah sakit swasta mana saja, Abednego belum bisa menyebutkannya karena masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari kepala dinas Kesehatan Bantul.

Yang pasti jumlah rumah sakit swasta di Bantul dakui Abednego ada sekitar 10 rumah sakit. Saat ini, sambil menunggu vaksin datang, pihaknya masih terus memantapkan pelatihan vaksinator di semua puskesmas dan rumah sakit.