KABAR KAMPUS: Cegah Covid-19, PMB Dilakukan Daring dengan Nilai Rapor

Rektor UAD Muchlas (paling kiri) saat melakukan pemantauan fasilitas daring PMB di Kampus Terpadu Ringroad Selatan, Bantul, Senin (4/1/2021). - Ist/uad.
05 Januari 2021 19:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Guna mencegah penyebaran Covid-19 kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja memberlakukan penerimaan mahasiswa baru (PMB) secara daring penuh dengan cukup nilai rapor sebagai syarat.

Kepala Biro Admisi dan Akademik UAD Wahyu Widyaningsih menjelaskan PMB UAD 2021 menggunakan sistem aplikasi yang memudahkan pendaftaran secara daring sekaligus mengurangi interaksi secara fisik di masa pandemi Covid-19. Pembukaan pendaftaran itu secara resmi dibuka pada Senin (4/1/2021) dengan menargetkan antara 6.500 hingga 7.000 mahasiswa.

“Kami menggunakan aplikasi sehingga pendaftaran dilakukan penuh secara online untuk mengurangi kontak fisik dalam mencegah Covid-19,” ungkapnya dalam rilisnya.

BACA JUGA : Gara-Gara Corona, Kampus Swasta Terkendala Promosi

Rektor UAD Muchlas menyatakan, tahun ini lebih banyak menyelenggarakan pendaftaran menggunakan fasilitas daring. Sehingga kuota untuk pendaftaran secara online diperbanyak untuk mengurangi intensitas calon mahasiswa datang ke kampus.

Salah satunya model yang signifikan berubah adalah Fakultas Kedokteran, di mana sebelumnya tes masuk tidak pernah digelar secara daring melainkan semua tahapan secara tes luring. Namun pada penerimaan mahasiswa 2021, fakultas ini terpaksa memasukkan salah satu tahapan tes awal secara daring. Namun ada seleksi yang lebih ketat lagi di Fakultas Kedokteran ini melalui tahapan yang juga dilakukan secara daring.

Rapid Test

“Sekarang ini karena dengan daring, maka basisnya adalah menggunakan nilai rapor jadi seolah tanpa tes, nilai ini sebagai seleksi awal, kalau sebelumnya kan harus datang mengikuti tes. Tetapi nanti ada tahapan berikutnya yang lebih ketat,” ujarnya.

Khusus untuk Fakultas Kedokteran ada salah satu tahapan yang mengharuskan calon mahasiswa datang ke kampus untuk melakukan wawancara. Syaratnya calon mahasiswa tersebut harus membawa hasil rapid test atau rapid antigen.

“Selain itu, calon mahasiswa ini harus sudah berada di Jogja sepekan sebelum dilakukan wawancara di kampus dan protokol ketat. Tetapi yang datang ke kampus ini hanya untuk Kedokteran, fakultas lain murni daring,” ujarnya.

BACA JUGA : Kampus di Sleman Kesulitan Dapat Mahasiswa 

Muclas tidak menampik kemungkinan adanya hasil sumber daya manusia (SDM) yang berbeda dari pelaksanaan tes secara daring dan luring pada tahun sebelumnya. Termasuk kemungkinan terjadinya penurunan kualitas mahasiswa yang masuk. Namun dalam situasi pandemi Covid-19 ini, pihaknya harus menyesuakan dengan keadaan dengan melakukan adaptasi kebiasaan baru.

“Kalau tes luring kan diawasi langsung, dari sisi pengawasan sudah terjamin, kalau daring sulit memang melakukan pengawasan. Dari sisi interaksi dengan calon mahasiswa juga sulit,” katanya.