Ada Program Sertakan BPJamsostek, Perusahaan di Jogja Diajak Lindungi Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Petugas sedang membuat peta pengukuran area terdampak pembangunan jalan tol di Kadirejo II Purwomartani, Selasa (18/8/2020).-Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Usai terbitnya Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen akhir Desember lalu, Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Semarang-Jogja bersiap untuk melakukan tahap pemasangan patok di lokasi lahan terdampak.
Ketua Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Semarang-Jogja Heru Budi Prasetyo mengatakan proses pematokan lahan terdampak akan dimulai pada pekan ketiga Januari 2021. Hanya saja untuk tanggal dan lokasinya masih belum ditentukan.
"Ini masih mencari lokasi seremonial pemasangan patok direncanakan minggu ketiga bulan ini,"kata Heru kepada Harianjogja.com, Selasa (5/1/2021).
Baca juga: Anggaran Tersedot Wabah, Pembangunan Jalur Wisata Kepek-Pantai Ngobaran Molor
Menurut Heru, trase yang ditetapkan dalam IPL yang diterbitkan tidak mengalami perubahan seperti yang sudah sosialisasikan kepada warga terdampak selama kegiatan konsultasi publik. Ia juga memastikan, tahap pematokan sendiri akan dimulai dari Jogja hingga ke Bawen. "Kami berharap warga persiapkan mental dan sabar menjalani setiap tahapan. Dan jangan khawatir insyaallah penggantiannya tidak merugikan warga terdampak," kata Heru.
Sekadar diketahui, berdasarkan data IPL Jogja-Bawen, luas lahan terdampak untuk wilayah DIY sekitar 496,209 meter persegi. Lahan terdampak berada di kalurahan Banyurejo, Tambakrejo dan Sumberejo Kapanewon Tempel. Sementara di Kapanewon Seyegan, lahan terdampak berada di kalurahan Margokaton, Margodadi dan Margomulyo sementara di Kapanewon Mlati hanya melewati Kalurahan Tirtoadi.
Baca juga: Cetak Sawah Baru, Pemkab Kulonprogo Sasar Lahan 50 Hektare
Sebelumnya tercatat jumlah bidang lahan terdampak hanya 915 bidang. Namun Heru menjelaskan ada kemungkinan jumlah bidang bertambah namun demikian penambahan jumlah bidang terdampak tersebut tidak akan menambah luas lahan yang dibutuhkan. "Sebelum diukur dan diricik belum diketahui perubahan bidang dan dimungkinkan bertambah tapi luasan tetap. Bertambah karena biasa turun waris dan lainnya,"kata Heru.
Kepala Dispertaru DIY, Krido Suprayitno, menuturkan panjang tol Jogja-Bawen yang masuk wilayah DIY 8,5 Kilometer dengan luas lahan yang dibebaskan sekitar 49,65 hektare dengan luas bidang terdampak 915 bidang dan warga terdampak 952 warga. Lokasi tol melewati 28 dusun, tujuh desa, tiga kecamatan. Tol ini akan mempengaruhi fungsi jalan kabupaten, jalan desa dan jalan lingkungan, dengan satu exit tol dan simpang susun berada di Desa banyurejo, Kapanewon Tempel.
"Sekitar 78 persen jalan tol dalam posisi elevated dan sejumlah titik saja yang at grade. Sebagian besar tol akan melintasi selokan mataram tetapi tol tidak akan mengganggu fungsi selokan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Jadwal PSS Sleman vs Borneo FC dimajukan ke 27 Oktober 2026. Pieter Huistra siapkan rotasi dan menunggu perkembangan Frederic Injai.
BPBD Sumsel mengerahkan empat helikopter untuk melanjutkan pemadaman karhutla di OKI, Ogan Ilir, dan Muara Enim.
Tecno Megabook K15S hadir di Indonesia dengan Ryzen 5 7430U, layar 15,6 inci, baterai 70 Wh, dan harga mulai Rp8,59 juta.
Volkswagen dikabarkan berencana memangkas 12.000 pekerja tambahan hingga 2030. Serikat IG Metall mengancam mogok mulai 2027.
Danantara mengakuisisi hotel dan lahan di Makkah. Komnas Haji berharap investasi ini meningkatkan layanan sekaligus menekan biaya haji dan umrah.