Pendapatan Pariwisata Bantul Anjlok Drastis

Wisatawan sedang menikmati bermain pasir di Pantai Parangtritis. - Harian Jogja/Jumali
07 Januari 2021 15:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul selama 2020 ini menurun drastis jika dibandingkan 2019 lalu. Menurunnya jumlah pengunjung juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang hanya mampu mengumpulkan sebesar Rp16,8 miliar selama 2020.

Jumlah PAD tersebut dari wisatawan sebanyak 1.726.975. Sementara pada 2019 lalu jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bumi Projotamansari mencapai 3.380.335 orang dan mampu mengumpulkan PAD sebanyak Rp31,7 miliar. “Jumlah wisatawan dan pendapatan ini hanya dihitung dari destinasi yang ada tiket retribusinya,” kata Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi, Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, Kamis (7/1/2020).

Sejumlah destinasi wisata yang beretribusi atau yang dikelola Dinas Pariwisata Bantul adalah Parangtritis dan Depok yang paling banyak dikunjungi wisatawan dan menyetor PAD terbesar. Kemudian disusul pantai Samas, pantai Pandansimo, pantai Goa Cemara, pantai Baru, pantai Kuwaru, Goa Selarong, dan Goa Cerme.

Markus mengatakan penurunan kunjungan wisatawan karena masih dalam kondisi pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Selain itu juga adanya informasi keharusan wisatawan membawa surat antigen atau rapid test saat berkunjung ke Bantul. Menurut dia, informasi itu sangat berpengaruh terhadap wisatawan.

Dia mencontohkan pada awal Desember 2020 lalu salah satu hotel berbintang di Bantul pemesanan kamar sudah sampai 80%, “Kemudian ketika ada informasi itu [keharusan tes antigen] saat keluar pada dibatalkan,” ucap Markus.

Tidak hanya itu, namun pembatasan jam operasional objek wisata dan tidak diperkenankannya menggelar kegiatan pada malam Tahun Baru 2021 juga turut mempengaruhi jumlah wisatawan berkurang. Banyak wisatawan yang mengurungkan niatnya berlibur di Bantul.

Kondisi tersebut terlihat dari jumlah libur selama Natal sampai pergantian Tahun Baru 2021 atau dari 24-31 Desember hanya 70.597 orang yang tercatat dengan pendapatan Rp684.544.750. Jumlah tersebut jauh jika dibanding Natal dan tahun Baru 2019 sebanyak 198.510 orang dengan PAD hampir Rp2 miliar.

Saat ini pihaknya belum berani menggelar kegiatan atau berbagai atraksi wisata karena kondisi masih pandemi Covid-19, bahkan sudah ada informasi adanya Pembatasan Berskala Besar (PABB) mulai 11-25 Januari 2021.