Ini 10 Tokoh Penerima Vaksin Covid-19 Pertama di Sleman, Ada Dokter Tirta

Dokter Tirta - Instagram @drtirtaofficial
13 Januari 2021 12:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman sudah menerima 10.000 dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari 12.342 dosis yang dialokasikan Kementerian Kesehatan. Vaksin itu kini disimpan di Gudang Farmasi Dinkes Sleman, Rabu (13/1/2021).

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman Atikah Nurhesti mengatakan vaksin yang sudah diterima akan digunakan untuk vaksinasi seluruh tenaga kesehatan di Sleman. “Kami baru mendapat 10.000 dosis vaksin karena menyesuaikan kapasitas gedung. Kekurangan vaksin akan dikirim oleh Dinkes DIY pada Senin pekan depan," katanya, Rabu.

BACA JUGA: Kendaraan dari Luar DIY di Perbatasan Tak Dipantau Meski Ada Kebijakan Pembatasan

Pemberian vaksin bagi tenaga kesehatan akan dimulai pada Kamis (14/1/2021) di Puskesmas Ngemplak 2. Terdapat 10 tokoh publik yang akan divaksin, yakni Bupati Sleman, Ketua DPRD Sleman, Dandim Sleman, Kapolres Sleman, Kajari Sleman, wakil dari Kantor Kemenag dan Persatuan Dharma Wanita serta perwakilan dari profesi kesehatan yakni dokter sekaligus tokoh medsos, Tirta Mandira Hudhi, yang beken dengan sebuatan dokter Tirta.

Dinkes Sleman, katanya sudah mengajukan sebanyak 14.484 sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan kepada Pemerintah Pusat sebagai penerima vaksin. Namun yang disetujui hanya 12.342 orang. Data tersebut terus di-update.

“Setelah kick off, vaksin akan menyasar para SDM kesehatan secara bertahap mulai Senin pekan depan di 52 faskes, terdiri dari 25 puskesmas, 24 rumah sakit dan 3 klinik di Sleman," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan sebelum data penerima vaksinasi dikirimkan ke Kementerian Kesehatan, Dinkes Sleman terlebih dulu melakukan skrining. "Yang kami kirim adalah SDM kesehatan yang tidak ada kontra indikasi vaksin Sinovac," paparnya.

BACA JUGA: Warga Resah Akibat Penambangan Pasir di Muara Sungai Opak

Vaksinasi tahap pertama ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua pekan dengan melibatkan 58 vaksinator.

Menurut Joko, dari 27 rumah sakit di Sleman hanya tiga rumah sakit yang menyatakan belum siap menjadi lokasi vaksinasi, masing-masing adalah rumah sakit khusus bedah Sinduadi dan An Nur, serta RS khusus Arvita Bunda. "Ada syarat yang harus dipenuhi faskes untuk menjadi lokasi pemberian vaksin. Syarat utamanya memiliki SDM terlatih, rantai dingin, dan fasilitas penanganan jika terjadi reaksi efek samping," ujar Joko.

Setelah menerima vaksin Covid-19, peserta diminta untuk istirahat sekitar 30 menit. Ini untuk mengetahui ada tidaknya reaksi ikutan. Kemudian, kondisi penerima vaksin tetap akan dimonitor. "Dari uji klinis, efek samping pemberian Sinovac berupa rasa pegal dan demam. Reaksi ini masih normal. Yang tidak kami harapkan adalah reaksi alergi. Masalah ini pun sudah kami antisipasi," katanya.