Threads Uji Coba Threads Friends, Pengguna Bisa Berbagi ke 50 Orang
Meta menguji Threads Friends yang memungkinkan pengguna membagikan postingan kepada maksimal 50 teman. Fitur ini masih terbatas di tiga negara.
Penambangan di muara Sungai Opak. /Ist.
Harianjogja.com, KRETEK - Sejumlah warga di Padukuhan Baros dan Karangtengah, Tirtohargo, Kretek mengaku resah, menyusul munculnya penambangan pasir ilegal di muara Sungai Opak.
Sebab, keberadaan penambangan pasir tersebut dikhawatirkan bakal membawa dampak buruk terhadap kualitas air sumur warga dan membuat ratusan hektare lahan pertanian rusak karena tercemar air asin dari laut.
BACA JUGA : 3 Orang Jadi Tersangka, Tambang Ilegal di DIY Kini Diburu
“Banyak warga yang telepon dan menyampaikan keluhan terkait aktivitas ini ke saya. Mereka khawatir jika aktivitas itu diteruskan akan merusak keberadaan pohon mangrove dan menyebabkan air sumur warga asin,” kata Carik Tirtohargo, Handoyo, Selasa (12/1/2021).
Lebih lanjut dia memaparkan aktivitas penambangan pasir yang ada di perbatasan Kalurahan Tirtohargo dengan Kalurahan Parantritis tersebut adalah ilegal.
Beberapa waktu lalu warga pernah membubarkan penambangan pasir illegal dengan mesin sedot di Sungai Opak dan tidak ada kegiatan penambangan lagi dengan mesin dan hanya dengan manual. “Oleh karena itu, kami minta petugas untuk menertibkannya," imbuhnya.
Koordinator Penambang Pasir Yanto membantah jika warga sekitar resah dengan keberadaan penambangan di tempat tersebut. Sebab, sampai saat ini, tidak ada keluhan dari warga.
BACA JUGA : Penambangan Liar Masih Marak di Sleman
“Jika resah, pasti ada laporan dan meminta dihentikan. Tapi, ini kan tidak ada yang laporan,” katanya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Yulius Suharta mengatakan, persoalan penambangan pasir ilegal di tempat tersebut menjadi kewenangan dari Satpol PP DIY.
“Kami baru bisa turun jika mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat. Karena secara kewenangan penertiban aktivitas itu ada di Satpol PP DIY,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meta menguji Threads Friends yang memungkinkan pengguna membagikan postingan kepada maksimal 50 teman. Fitur ini masih terbatas di tiga negara.
Apple MacBook Pro OLED dikabarkan membawa layar sentuh, Dynamic Island, chip M5 Pro atau M5 Max, serta pembaruan fitur lainnya.
Garuda Indonesia memperbarui Manage My Booking untuk memudahkan penumpang mengubah jadwal, rute, dan mengajukan refund secara mandiri.
Bulog Semarang menambah kapasitas gudang sewa sekitar 20.000 ton untuk mengantisipasi lonjakan stok beras menjelang panen raya 2027.
QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran sehari-hari. Perannya bahkan telah menggantikan sistem pembayaran tunai.
Longsor di Desa Tamanayu, Lumajang, menewaskan Imron Rosadi dan anaknya Hilya setelah rumah mereka tertimpa material longsor.