Lawan Iran Jadi Ujian Terakhir, Timnas Voli Putra Indonesia Kejar Tiket Perempat Final
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Penambangan di muara Sungai Opak. /Ist.
Harianjogja.com, KRETEK - Sejumlah warga di Padukuhan Baros dan Karangtengah, Tirtohargo, Kretek mengaku resah, menyusul munculnya penambangan pasir ilegal di muara Sungai Opak.
Sebab, keberadaan penambangan pasir tersebut dikhawatirkan bakal membawa dampak buruk terhadap kualitas air sumur warga dan membuat ratusan hektare lahan pertanian rusak karena tercemar air asin dari laut.
BACA JUGA : 3 Orang Jadi Tersangka, Tambang Ilegal di DIY Kini Diburu
“Banyak warga yang telepon dan menyampaikan keluhan terkait aktivitas ini ke saya. Mereka khawatir jika aktivitas itu diteruskan akan merusak keberadaan pohon mangrove dan menyebabkan air sumur warga asin,” kata Carik Tirtohargo, Handoyo, Selasa (12/1/2021).
Lebih lanjut dia memaparkan aktivitas penambangan pasir yang ada di perbatasan Kalurahan Tirtohargo dengan Kalurahan Parantritis tersebut adalah ilegal.
Beberapa waktu lalu warga pernah membubarkan penambangan pasir illegal dengan mesin sedot di Sungai Opak dan tidak ada kegiatan penambangan lagi dengan mesin dan hanya dengan manual. “Oleh karena itu, kami minta petugas untuk menertibkannya," imbuhnya.
Koordinator Penambang Pasir Yanto membantah jika warga sekitar resah dengan keberadaan penambangan di tempat tersebut. Sebab, sampai saat ini, tidak ada keluhan dari warga.
BACA JUGA : Penambangan Liar Masih Marak di Sleman
“Jika resah, pasti ada laporan dan meminta dihentikan. Tapi, ini kan tidak ada yang laporan,” katanya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Yulius Suharta mengatakan, persoalan penambangan pasir ilegal di tempat tersebut menjadi kewenangan dari Satpol PP DIY.
“Kami baru bisa turun jika mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat. Karena secara kewenangan penertiban aktivitas itu ada di Satpol PP DIY,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.