Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Pedagang Pasar Wates menunjukkan cabai rawit merah yang kini harganya mencapai Rp80.000 per Kg, di Kompleks Pasar Wates, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Jumat (8/1/2021). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, SLEMAN--Harga cabai rawit di pasaran saat ini sudah menembus Rp70.000 per kilogram. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman terus berupaya menstabilkan harga komoditas ini dengan sejumlah kebijakan.
Sekretaris Disperindag Sleman Haris Martapa mengatakan saat ini harga cabai mengalami kenaikan. Selain adanya pergantian musim, harga cabai naik akibat berkurangnya pasokan di pasaran karena masa panen baru dilakukan sekitar akhir Februari. "Nanti setelah masa panen nanti pasokan akan berangsur stabil," katanya, Rabu (13/1/2021).
BACA JUGA : Harga Cabai Rawit di Bantul Tembus Rp80.000
Haris mengatakan jika kenaikan harga cabai terjadi setelah masa libur akhir tahun lalu. Selama libur tahun baru kemarin harganya masih stabil. "Kenaikan harga cabai terjadi justru sepekan terakhir ini. Yang naik saat libur akhir tahun justru harga telur yang saat ini harganya sudah kembali normal,"katanya.
Untuk menjaga stabilitas harga cabai, instansinya juga berkomunikasi dengan pasar-pasar di daerah penyangga untuk dapat memasok cabai ke Sleman. Sampai saat ini, Disperindag belum berencana melakukan kegiatan operasi pasar. Dinas masih menunggu hasil dari koordinasi dengan sejumlah instansi dan beberapa kebijakan yang dilakukan.
"Kami berkomunikasi dengan pemasok di Jawa Tengah seperti Magelang agar stok bisa masuk ke Sleman. Terutama di enam pasar grosir baik Tempel, Gamping, Godean, Sleman, Pakem dan Prambanan," katanya.
BACA JUGA : Murah, Harga Cabai Merah Besar Sentuh Rp10.000 per Kg
Selain itu, Disperindag juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman agar pasokan cabai hasil lelang di lima titik pelelangan cabai sebagian bisa dipasarkan di Sleman. "Lelang cabai ini sudah rutin, hasilnya di bawa ke Jakarta. Kami minta sekian persen tetap masuk ke pasar Sleman," katanya.
Menurutnya, kebutuhan cabai rawit di Sleman sekitar 178.000 kg per bulan. Selama tahun lalu, stok cabai rawit surplus dan tidak mengalami lonjakan harga. "Harganya saat ini yang paling tinggi Rp80.000 per kg di Pasar Godean dan terendah Rp68.000 per kg di Pasar Gamping dengan rata-rata harga Rp72.100 perkg,"katanya.
Kepala DP3 Sleman Heru Suptono mengatakan tidak semua cabai yang dilelang di pasar lelang tidak dibawa ke Jakarta. Sebagian komoditas cabai yang dipanen pun dipasarkan di wilayah Sleman. Namun demikian, Heru belum bisa menjelaskan berapa jumlah cabai yang dipasarkan di Sleman.
"Sebagian cabai di pasar lelang tetap dipasarkan di Sleman. Ini juga dalam rangka menghindari kelangkaan barang di wilayah Sleman," katanya.
BACA JUGA : Harga Cabai di Sleman Sudah Tembus Rp70.000/Kg
Dia menjelaskan kenaikan harga cabai memang akibat tidak adanya stok barang karena masa panen masih belum dilakukan petani. "Artinya mereka pada saat di sentra produksi cabai sedang tidak ada barangnya. Itu dilakukan dengan mengatur saat musim tanam. Sehingga saat ini petani cabai sedang menikmati hasilnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
KSAL Muhammad Ali menyebut karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak separah kabar yang beredar di media sosial.
Pemerintah tambah 1.500 personel TNI, enam helikopter, OMC, pompa dan bor air untuk memperkuat penanganan karhutla Kalbar.
Malaysia membidik pasar wisata medis Indonesia. Pendapatan dari pasien Indonesia mencapai Rp8 triliun pada 2025, naik 24%.
Pemkab Bantul membahas penataan kawasan Panggung Krapyak, termasuk rencana pengaturan tinggi dan bentuk bangunan di sekitar Sumbu Filosofis.
Hadeging Pakualaman 2026 diperingati dua kali karena kalender Masehi dan Jawa. Ada lomba seni, budaya, aksara Jawa, hingga tradisi.