128 Guguran Lava Pijar dan Dua Awan Panas Merapi dalam Sepekan

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
15 Januari 2021 19:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Erupsi Gunung Merapi masih terus berlangsung. Dalam sepekan terakhir, Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat setidaknya sebanyak 128 guguran lava pijar teramati.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menuturkan dalam periode pengamatan 8-14 Januari, 128 guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur maksimal 900 meter arah barat daya ke hulu Kali Krasak. Dalam sepekan ini, juga teramati dua guguran awan panas.

“Awanpanas guguran terjadi sebanyak 2 kali dengan jarak luncur maksimal 600 meter arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 45 mm dan durasi 120 detik,” ujarnya dalam laporan mingguan BPPTKG, Jumat (15/1/2021).

BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran Prokes Raffi Ahmad & Ahok

Lalu pada analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor barat daya 14 Januari terhadap 7 Januari, menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran dan perkembangan kubah lava baru.

“Kubah lava baru yang selanjutnya disebut sebagai ubah lava 2021 berada di sektor barat daya Gunung Merapi, di sekitar tebing Lava-1997. Pada 14 Januari, volume kubah lava terukur sebesar 46.766 m3 dengan laju pertumbuhan sekitar 8.500 m3 per hari,” tuturnya.

Sedangkan untuk aktivitas kegempaan, tercatat dua kali Awan panas guguran (AP), 208 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 803 kali gempa Fase Banyak (MP), 1.056 kali gempa Guguran (RF), 172 kali gempa Hembusan (DG) dan 16 kali gempa Tektonik (TT).

Intensitas kegempaan internal pada minggu ini menurun signifikan dibandingkan minggu lalu. Sedangkan gempa RF yang mencerminkan aktivitas guguran lava dari erupsi cenderung tinggi.

Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 6 cm per hari. Dalam dua minggu ini laju pemendekan jarak menunjukkan penurunan yang signifikan. “Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga,” ujarnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. “Lontaranontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” katanya.