Baru Didirikan, Selter di Banguntapan Langsung Terima Pasien Covid-19

Ilustrasi. - Reuters
15 Januari 2021 17:07 WIB Hey Setiawan (ST18) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul mendorong setiap desa memiliki selter atau ruang isolasi sendiri. Hal itu bertujuan untuk mengurangi beban kapasitas rumah sakit yang sudah semakin berat.

Langkah penyedian selter, salah satunya sudah dilakukan oleh empat desa di Kapanewon Banguntapan. “Hari ini kita bikin shelter di Desa Singosaren dengan kapasitas 6 orang dan Desa Tamanan dengan kapasitas 6 orang,” ujar Panewu Banguntapan, Fauzan Mu’arifin kepada Harianjogja.com, Kamis (14/1/2021) kemarin.

Selter Desa Tamanan, kata Fauzan, bahkan sudah langsung menerima dua pasien Covid – 19 di hari pertama beroperasi. “Karena rumah mereka tidak memungkinkan digunakan untuk ruang isolasi,” ujarnya.

BACA JUGA: Ini Alasan Mengapa Sleman & Jogja Lebih Dulu Memulai Vaksinasi Covid-19

Selama menetap di selter, pasien akan diberikan fasilitas berupa sebuah tempat tidur dan kebutuhan logistik. Selain itu, pemantauan kesehatan juga akan diberikan melalui metode telemedicine oleh Satgas Covid – 19 desa setempat dan Puskemas Banguntapan.

Sebelum dua desa tadi, Desa Jambidan dan Desa Potorono sudah menyediakan shelter terlebih dulu. Shelter itu diperuntukkan untuk menampung para pelaku perjalanan.

Untuk sementara waktu, keempat selter yang ada di Kapanewon Banguntapan itu hanya dikhususkan untuk warga masing-masing desa. Namun, kata Fauzan, bisa saja pemakainnya lintas desa apabila kasus Covid - 19 justru kian mengkhawatirkan.

“Kita sejak dulu menerapkan sister village. Jadi, antar desa itu saling membantu dan mengisi. Termasuk soal shelter, bisa saja nanti dipakai oleh warga dari desa lain. Tapi, meski sudah disediakan, harapan kami jangan sampai shelter-shelter itu terpakai,” ucap Fauzan.