Pemda DIY Hentikan Informasi Ketersediaan Bed Pasien Covid-19 di RS

Foto Ilustrasi. - Reuters
17 Januari 2021 23:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY menghentikan informasi mengenai ketersediaan tempat tidur atau bed untuk pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit rujujan di DIY.

Keputusan itu disampaikan Pemda DIY ke awak media pada Minggu (17/1/2021). Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyatakan, untuk sementara informasi mengenai ketersediaan bed untuk pasien Corona belum bisa dipublikasikan.

"Berhubung perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan ketersedian tempat tidur [TT] rumah sakit rujukan Covid-19, maka data TT RS belum bisa publish," katanya, Minggu (17/1/2021).

BACA JUGA: Alarm Darurat Layanan Kesehatan! RS Covid-19 di Jogja Terancam Kolaps

Adapun pada Minggu, Berty mengumumkan terdapat penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sebanyak 277 kasus. Tambahan ini menyebabkan total kasus terkonfirmasi mencapai 16.933 kasus.

Sebelumnya sebuah laporan kolaborasi enam media di Jogja yakni Harian Jogja, Kompas, Tirto.id, CNN Indonesia, IDN Times dan Gatra belum lama ini melaporkan sebanyak 23 dari 27 RS rujukan Covid-19 di DIY penuh sehingga menyebabkan antrean pasien di IGD.

Adapun sebanyak dua RS mengaku hanya tersisa bed untuk pasien perempuan, satu RS tidak menjawab panggilan telepon dan satu RS mengaku masih tersisa enam bed namun khusus untuk pasien Covid-19 yang mengalami gangguan jiwa.

Laporan itu juga membeberkan, dokter di sejumlah rumah sakit di DIY telah mengakui akibat penuhnya kapasitas RS, sejumlah pasien mengantre di IGD hingga berhari-hari sembari menunggu bed di ruang perawatan ada yang kosong. Dalam masa tunggu itu sebagian pasien meninggal dunia karena tak sempat mendapat perawatan memadai seperti fasilitas ICU.

Laporan kolaborasi jurnalis kontras dengan informasi ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19 di DIY yang setiap hari diumumkan Pemda DIY. Pemerintah mengklaim setiap hari masih tersisa puluhan bed kosong untuk pasien Corona.