Advertisement

Koperasi Desa Merah Putih Gunungkidul Terima 60.000 Benih Lele

David Kurniawan
Senin, 19 Januari 2026 - 23:57 WIB
Jumali
Koperasi Desa Merah Putih Gunungkidul Terima 60.000 Benih Lele Ilustrasi Ikan lele - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan Pemkab Gunungkidul. Kali ini, dua Koperasi Desa Merah Putih di Kalurahan Karangrejek, Wonosari dan Genjahan, Ponjong mendapatkan bantuan 60.000 benih ikan lele untuk pengembangan usaha budidaya.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp645 juta yang disalurkan kepada Pemkab Gunungkidul untuk memperkuat unit usaha budidaya ikan air tawar di tingkat desa.

Advertisement

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Purnomo Sumardamto, mengatakan bantuan diberikan dalam bentuk pembangunan kolam budidaya beserta sarana pendukungnya.

“Bantuan sudah diberikan dengan penebaran benih ikan lele. Yang mendapat bantuan ada Koperasi Desa Merah Putih Karangrejek dan Genjahan,” kata Damto, Senin (19/1/2026).

Bangun 24 Kolam Sistem Bioflok

Ia menjelaskan, bantuan mencakup pembangunan tiga paket kolam budidaya, dengan masing-masing paket terdiri atas delapan kolam berdiameter empat meter.

“Jadi, total ada 24 kolam budidaya ikan yang dibangun. Untuk model budidaya menggunakan sistem bioflok,” katanya.

Selain infrastruktur kolam, setiap kolam juga mendapat 2.500 benih ikan lele, sehingga total benih yang disalurkan mencapai 60.000 ekor untuk dua koperasi penerima.

“Selain itu, juga ada bantuan pakan, obat-obatan hingga pelatihan pengelolaan kolam,” lanjutnya.

Dukung Ketahanan Pangan dan MBG

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyambut positif bantuan tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya memperkuat unit usaha koperasi, tetapi juga memiliki manfaat strategis bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Jadi ada manfaatnya karena hasil panen dapat untuk memasok kebutuhan lauk di program Makan Bergizi Gratis,” katanya.

Mbak Endah menambahkan, penerapan sistem bioflok memungkinkan pengelolaan budidaya dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Limbah hasil budidaya ikan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk tanaman sayuran.

“Tidak hanya untuk memasok Makan Bergizi Gratis, tapi juga dapat memperkuat ketahanan pangan di masyarakat dengan model pertanian terpadu,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kanselir Jerman Soroti Tingginya Cuti Sakit

Kanselir Jerman Soroti Tingginya Cuti Sakit

News
| Senin, 19 Januari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement