RSUP Sardjito Siapkan Hingga 300 Bed untuk Tampung Pasien Covid-19

Foto ilustrasi. - Antarafoto
17 Januari 2021 23:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--RSUP dr Sardjito menyiapkan tambahan bed atau tempat tidur bagi pasien Covid-19 non-kritikal antara 200-300 unit. Penambahan jumlah bed ini pun dikhususkan bagi pasien persalinan dengan Covid-19 dan pasien covid-19 yang bersifat emergency seperti untuk operasi.

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, dr . Rukmono Siswishanto, Sp.OG(K), M.Kes mengatakan penambahan bed non kritikal tersebut rencananya akan dilakukan mulai pekan depan. "Ini hanya untuk non kritikal, kalau yang kritikal kami tidak menambah karena menyediakan peralatannya tidak mudah," ujar Rukmono kepada Harianjogja.com, Minggu (17/1/2021).

Penyediaan bed tambahan tersebut, terang Rukmono, khusus untuk menangani proses persalinan dengan Covid-19. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi rumah sakit rujukan lainnya tidak memiliki fasilitas untuk menangani proses persalinan dengan Covid-19. Begitu juga dengan pasien Covid-19 yang berstatus emergency di mana harus menjalani operasi segera. "Kalau di rumah sakit lain sudah tidak bisa menangani, silahkan ke Sardjito," katanya.

Pun demikian, ia meminta agar pengiriman pasien harus sesuai dengan prosedur dan sistem rujukan yang sudah ditetapkan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadi masalah klaim yang tidak terbayar bagi rumah sakit. "Selama ini, kami melihat sekitar 60 persen pasien yang sebenarnya cukup menjalani isolasi mandiri di rumah. Tidak harus di rumah sakit. Ini yang menyebabkan tingkat keterisian bed tinggi," katanya.

Rukmono mengatakan penambahan jumlah bed hanya untuk mengatasi persoalan yang saat ini dihadapi dan pasien bisa segera ditangani. Dia tetap mengingatkan agar masyarakat tetap meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan agar penyebaran dan penambahan pasien Covid-19 tidak meluas. "Kesadaran menerapkan prokes ini yang paling penting. Itu yang kami harapkan dari masyarakat. Mari bersama-sama dan bergotong royong menghadapi pandemi Covid-19 ini," pinta Rukmono.