BPBD Pastikan Tidak Ada Warga di Radius Kurang dari 5 Kilometer dari Puncak Merapi

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
19 Januari 2021 11:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memastikan upaya pengungsian di sisi barat daya, khususnya kelompok rentan belum dilakukan karena berdasarkan catatan BPBD Sleman tidak ada warga yang tinggal di radius lima kilometer.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan jika pihaknya menindaklanjuti rekomendasi dari BPPTKG terkait dengan potensi ancaman bahaya Gunung Merapi yang saat ini masih berada di radius lima kilometer dari puncak.

BACA JUGA : Merapi Luncurkan Awan Panas Terjauh, Arah Erupsi Kini Berubah

"Dari BPPTKG itu kan di area lima kilometer, sedangkan di Sleman itu saat ini posisi warga radiusnya lebih dari lima kilometer. BPBD Sleman juga belum melakukan rapat koordinasi untuk mengantisipasi apabila Gunung Merapi statusnya berubah menjadi awas," ujar Joko saat dikonfirmasi pada Senin (18/1/2021).

Lebih lanjut, upaya mitigasi yang dilakukan oleh Joko dan jawatannya juga tidak luput dari kendala. Upaya pendataan warga yang berada di luar radius lima kilometer, khususnya yang berada di wilayah Cangkringan, Turi, dan Pakem tidak maksimal lantaran keterbatasan anggaran yang ada. Upaya pendataan penting untuk dilakukan dalam mengantisipasi jika sewaktu-waktu Gunung Merapi berubah status menjadi awas.

"Sementara di bidang saya yang biasa melakukan kegiatan pendataan anggarannya sekarang di 2021 minim sekali, jadi kami belum tahu mau bergerak seperti apa," katanya.

BACA JUGA : Potensi Daerah Bahaya Erupsi Merapi Mengalami Perubahan, Ini Penjelasan BPPTKG

Joko memastikan jika masyarakat di lereng Gunung Merapi, khususnya yang berada di sisi barat daya yakni kecamatan Turi dan Pakem tidak ada satupun warga yang masuk dalam radius kurang dari lima kilometer sesuai dengan jarak aman yang direkomendasikan oleh BPPTKG.

"Jadi mulai dusun Turgo, Purwobinangun Pakem, Sleman dan dusun Tunggularum, Turi, Sleman, tidak ada masyarakat yang berada kurang dari lima kilometer dari puncak Gunung Merapi, area aman dari BPPTKG kan lima kilometer. Jaringan Destana yang dimiliki oleh BPDB juga siap melakukan rencana kontijensi jika sewaktu-waktu rekomendasi bencana Gunung Merapi melebihi lima kilometer," terang Joko.