Pemkab Bakal Tarik Mobil Tangki di Kapanewon

Mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul saat meyalurkan bantuan kepada warga di Dusun Kwarasan Kulon, Kedungkeris, Nglipar. foto diambil beberapa waktu lalu. - Ist/ dok BPBD Gunungkidul
23 Januari 2021 08:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul berencana menarik sepuluh mobil tangki yang ada di kapanewon. Penarikan tidak lepas adanya kebijakan droping air di kapanewon yang harus melibatkan pihak ketiga sehingga tangki-tangki tersebut tak dibutuhkan lagi.

Kepala Bidang Aset, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Prihatin Eka Widada mengatakan, tahun ini pihaknya sudah merencanakan untuk menarik sepuluh mobil tangki di kapanewon. Meski demikian, untuk penarikan masih menunggu waktu karena prioritas sekarang menyelesaikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

“Kami selesaikan dulu LKPD, setelah itu baru mengurusi masalah penarikan aset mobil tangki air di kapanewon. Yang jelas, akan dilaksanakan tahun ini,” kata Eka kepada Harianjogja.com, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Merapi Bergejolak, Puluhan Warga Pakem Tidur di Gedung SD

Dia menjelaskan, penarikan dilakukan karena sepuluh kapanewon yang diberikan armada tangki tak lagi membutuhkan. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan droping yang harus melibatkan pihak ketiga. Sebagai dampaknya, lanjut Eka, kapanewon tidak lagi membutuhkan karena urusan penyaluran bantuan air sudah diserahkan ke rekanan yang telah menyepakati perjanjian kerja sama. “Jadi tidak butuh lagi, maka ditarik dan bisa digunakan untuk instansi lainnya seperti BPBD atau pemadam kebakaran,” ungkapnya.

Eka menuturkan, meski aset tersebut merupakan milik pemkab, pada saat penarikan juga disertai dengan berita acara sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Untuk pemanfaatan, ia mengaku melihat kondisi dari mobil tangki yang ada. Apabila kondisinya masih bagus, maka bisa dipergunakan untuk kegiatan yang membutuhkan armada mobil tangki. Namun, apabila kondisinya sudah rusak tidak menutup kemungkinan akan ada penghapusan aset.

“Ya kalau biaya perbaikan lebih besar dari asas kemanfaatannya, maka barangnya bisa dihapuskan,” katanya.

Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan adanya wacana penarikan mobil tangki. Menurut dia, sejak tahun lalu mobil yang biasa digunakan menyalurkan air bersih tak digunakan lagi karena penyaluran diharuskan menggandeng pihak ketiga. “Jadi tidak ada masalah karena juga tidak dipergunakan lagi,” katanya.

Baca juga: Paksa Siswi Non-Muslim Berjilbab, Sekolah Negeri di Padang Viral

Arif mengatakan, untuk penyaluran air bersih ke masyarakat pada saat kemarau mendatang, mekanismenya sama dengan pelaksanaan di tahun lalu. “Kami sediakan anggarannya, nanti pihak ketiga yang menyalurkan. Untuk anggaran, sepertinya masih sama di kisaran Rp90 juta dengan yang disediakan di tahun lalu,” katanya.